• Rabu, 10 Agustus 2022

Keberhasilan Indonesia Damaikan Rusia-Ukraina, Tergantung Kondisi di Barat Sendiri

- Senin, 27 Juni 2022 | 21:17 WIB
Pakar Geopolitik dan Politik Luar Negeri Indonesia, DR. Hendrajit berbicara dalam webinar bertajuk 'Pengaruh Konflik Rusia-Ukraina Terhadap Pelaksanaan Presidensi G20' yang digelar Salemba Institute, Senin, 27 Juni 2022.
Pakar Geopolitik dan Politik Luar Negeri Indonesia, DR. Hendrajit berbicara dalam webinar bertajuk 'Pengaruh Konflik Rusia-Ukraina Terhadap Pelaksanaan Presidensi G20' yang digelar Salemba Institute, Senin, 27 Juni 2022.

HARIANTERBIT.com - Perang Rusia dengan Ukraina, bukan sekedar persoalan kedua negara atau Rusia dengan blok Barat, tapi juga ada hubungannya Rusia dengan China yang telah membentuk aliansi.

Namun, soal keberhasilan Indonesia mendamaikan Rusia dan Ukraina, bergantung pada kondisi di Barat itu sendiri, yang cukup dinamis. Apalagi, antar negara seperti Prancis juga ingin bikin kutub sendiri.

Demikian penialaian pakar Geopolitik dan Politik Luar Negeri Indonesia, DR Hendrajit berbicara dalam webinar bertajuk 'Pengaruh Konflik Rusia-Ukraina Terhadap Pelaksanaan Presidensi G20' yang digelar Salemba Institute, Senin, 27 Juni 2022.

Baca Juga: Bertemu AHY, Ganjar Main 2 Kaki? PDIP Ketar-ketir

Menurut Hendrajit, kasus Ukraina hanya jadi pemantik permasalahan Rusia dengan blok Barat. Evolusi aliansi strategic Rusia dan China ini penting. Awalnya China dan Rusia sama-sama belum bisa menyaingi blok barat, namun sekarang bisa dilihat bagaimana mereka sudah bisa menyaingi blok Barat.

"Hubungan Rusia dan China menciptakan hubungan multipolar dan akhirnya bisa menjadi kutub. Dan ini menjadi momentum untuk bisa kembali mengaktifkan kembali gerakan Non Blok. Ini yang bisa didorong di G20 nanti. Gerakan non blok ini bisa jadi skema. G7 menjadi motor dari G20," tuturnya.

Baca Juga: Peneliti BRIN Beberkan Keunggulan Airlangga Jika Dijagokan KIB sebagai Capres 2024

Hendrajit menambahkan, bahwa menghadapi fenomena multipolar, blok lama ini masih dalam skema lama yaitu blok Barat perspektif. Dari segi penanggaran blok barat dan blok China-Rusia punya perbedaan. Jika barat mayoritas dana diperbantukan lebih banyak ke ranah kerja militer, China-Rusia lebih banyak dalam ranah ekonomi.

"Barat ingin membendung China dengan militer, sedangkan China mengembangkan pengaruhnya dalam banyak hal dan konprehensif. Salt road maritime China prioritasnya adalah ekonomi. China menggunakan komprehensif security. Kondisi ini menarik polarasisasi blok barat dan timur.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jalin Kekuatan Baru, Perpusnas Kolaborasi dengan TNI

Selasa, 9 Agustus 2022 | 22:11 WIB
X