• Rabu, 10 Agustus 2022

Ratusan Aktivis Lintas Generasi Gelar Pertemuan Poros Perubahan Lawan Oligharkys

- Minggu, 26 Juni 2022 | 15:20 WIB
Pertemuan para aktivis nasional
Pertemuan para aktivis nasional

HARIANTERBIT.com - Sejumlah aktivis lintas generasi kembali menggelar konsolidasi dan pertemuan di Bandung,Minggu, 26 Juni 2022. Selain dari Bandung Raya, konsolidasi kali ini dihadiri ratusan aktivis dari Jakarta, Solo, Semarang, Surabaya dan juga lainnya.

Acara dibuka keynote speker Ketua DPD, La Nyala Mataliti yang menekankan perjuangan DPD untuk judical review soal PT 20 % ke Mahkamah Konsitusi (MK). La Nyala menilai PT ini penting untik menepikan kemauan para oligarkis yang mau mengatur Pilpres 2024.

Sementara itu Syahganda Nainggolan, aktivis yang pernah dibui rezim Orba dan rezim Jokowi menekankan kerakusan Oligarkys yang kuasai berjuta hektar tanah. Termasuk soal minyak goreng yang dikuasa oligarkhys. Oleh karena itu perlu ada kekuataan rakyat untuk menghadapi para Oligarkys minyak goreng.

Baca Juga: Tutup Peluang Ganjar di Pilpres, Puan Mulai Gerilya Temui Ketum Parpol Jajaki Koalisi

"Dengan adanya Ketua DPD yang progresif bisa mewujudkan tujuan bersama dengan bergandeng tangan hadapi para oligarkys," tegasnya.

Sedangkan Ferry Juliantono menyoroti soal pasal 33 UUD 45 yang dibongkar habis dari Amamandemen sehingga perekonomian Indonesia dikuasai para oligarkys. Imbasnya, perekonomian Indonesia dikuasai segelintir orang.
Ada 4 orang super kaya yang hartanya sama dengan 100 juta orang.

"Belum lagi hancurnya industrilisasi dan importir terbesar," tandasnya.

Baca Juga: Lieus Sungkharisma: Banyak Jin di MK, PT Nol Persen Harus Tetap Dipejuangkan

Jumhur Hidayat, pembicara terakhir menyorot hasil kolusi para oligarkhys yakni UU Omnibus law. Jumhur yang pernah diadili terkait perlawanannya terhadap UU Omnibus law ini akan konsisten menggalang kekuataan buruh sampai UU Omnibus Law di hapuskan total.

Andrianto, aktivis pro demokrasi, pelaku sejarah reformasi 98 iuga ikut hadir serta mengapresiasi kegiatan poros perubahan. Bagi Andrianto yang pernah dibui era Orba merasakan situasi kondisi era Orba dan kini tidak ada perubahan. Saat ini situasi kondisi justru makin buruk dari sisi sistem politik yang makin otoriter dan ekonomi yang dikuasai oligarkys yang rakus dan serakah.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Jalin Kekuatan Baru, Perpusnas Kolaborasi dengan TNI

Selasa, 9 Agustus 2022 | 22:11 WIB
X