• Selasa, 6 Desember 2022

Pakar Semiotika ITB: Megawati Galau Atas Masa Depan Politik Anaknya

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 13:37 WIB
Ketua Umum Megawati Soekarnoputri memberi sambutan di Rakernas II PDIP Tahun 2021.  (ikbal muqorobin)
Ketua Umum Megawati Soekarnoputri memberi sambutan di Rakernas II PDIP Tahun 2021. (ikbal muqorobin)

HARIANTERBIT.com - Pernyataan berkali-kali yang disampaikan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tentang anaknya Puan Maharani di dalam pidato ketika membuka Rakernas PDIP beberapa hari yang lalu menunjukkan bahwa dia khawatir terhadap masa depan politik puterinya itu.

Hal itu dikatakan oleh pakar semiotika dari ITB Bandung, Asep Iwan Saidi kepada Hetianterbit.com Sabtu, 25 Juni. Kegalauan yang ditunjukkan oleh Presiden kelima itu terbilang tidak biasa.

Menurut Kamus, semiotika adalah cabang ilmu bahasa yang berusaha menangkap arti dari gerak tubuh atau ekspresi yang kemudian diparalel dengan kata-kata verbal. Semiotika itu berguna dalam menelaah sikap yang ditunjukkan objek walau dengan gerak dan gaya yang tidak langsung.

Baca Juga: Nama Jalan Berubah, Kemendagri Dukung Pemda DKI Untuk Penggantian Dokumen Penduduk

Kang AIS, demikian dia dipanggil oleh kalangan dekatnya, mengakui sudah menonton video utuh pidato Megawati yang disampaikan dalam acara Pembukaan Rakernas PDIP, Rabu lalu. Dia melihat Mega menyebut nama Puan berkali-kali. “Ini tidak biasa. Ada keresahan di dalam hati buk Ketum,” katanya.

Kontemplasi

Dijabarkannya dalam bahasa tersirat semiotik. Megawati, katanya, dalam pidato itu beberapa kali menyebutkan kata ‘komtemplasi”. Apalagi, dalam beberapa pernyataan sebelumnya, beliau juga mengeluh tentang kekhawatirkannya atas nasib dan masa depan bangsa ini, jika dia tidak ada lagi di dunia.

“Telah begitu jauh perjalanan yang beliau tempuh di dalam hutan perpolitikan Indonesia. Onak dan duri telah dicicipi. Dia sudah merasa bahwa saatnya untuk meninggalkan partai sudah dekat. Beliau malah menyinggung kekhawatikan jika beiau meninggalkan dunia ini,” kata staf pengajar Fakutas Seni Rupa dan Desain ITB tersebut.

Baca Juga: Sejumlah Kesalahan Holywings Disanksi Tapi Tak Pernah Berhenti

Ditambahkannya, Megawati pernah menjadi Wapres dan Presiden. Secara politik dan gengsi sudah sudah menyamai Bapak Biologisnya, Soekarno. Dia gamang apakah anaknya akan menyamai reputasi dan prestasi politiknya. Malamgnya, tiga anak Megawati belum menunjukkan reputasi dan prestasi menyaingi dia apalagi menyamai Soekarno sebagai Sang Pemula Trah Terpandang itu.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah dan DPR Sahkan RUU KUHP jadi Undang-undang

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:55 WIB

Penjualan Pulau Perbuatan Nista, Mengancam NKRI

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:30 WIB

Relawan Perubahan Sumbar Dukung Anies Sebagai Capres

Senin, 5 Desember 2022 | 23:10 WIB
X