• Kamis, 6 Oktober 2022

Bahas Isu-isu Penting, Kongres XXI Ikatan Apoteker Indonesia Digelar di Lampung

- Jumat, 24 Juni 2022 | 19:54 WIB
Ketua Umum PP IAI, apt Drs Nurul Falah Eddy Pariang saat virtual bersama awak media (dok)
Ketua Umum PP IAI, apt Drs Nurul Falah Eddy Pariang saat virtual bersama awak media (dok)

Bukan hanya Gubernur Lampung yang akan hadir, Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana juga menyatakan kesediaannya untuk hadir pada malam Gala Dinner pada Senin, 27 Juni. Eva bahkan telah menyiapkan sebuah tarian dan cinderamata untuk utusan Pengurus Daerah yang hadir.
Kongres Nasional XXI kali ini diselenggarakan bersamaan dengan Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) Virtual. Mengampil tema ‘Expanding the Role of Pharmacists to Strengthen National Resilience in a Dynamic Health Care and Health Development’, PIT Virtual akan diselenggarakan Kamis – Sabtu, 30 Juni – 2 Juli.

Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) Virtual 2022 akan dihadiri oleh lebih dari 2.000 orang. Terdiri dari apoteker yang bertugas di berbagai lembaga, baik rumah sakit, puskesmas, apotek, industri, distribusi, pemerintahan, maupun akademisi.

Baca Juga: Bertolak ke Bosnia, Dwiki Dharmawan Bawakan 11 Lagu di IMMF

Mengambil tema pengembangan peran apoteker dalam pelayanan serta pembangunan kesehatan yang dinamis guna memperkuat ketahanan nasional, PIT ini diharapkan akan mampu meningkatkan kapasitan dan wawasan apoteker dalam praktik kefarmasian.

‘’Ini adalah kali ketiga PIT diselenggarakan secara virtual menyusul pandemi Covid-19. Sejauh ini sudah diikuti oleh total 7.000 peserta,’’ ungkap Ketua Panitia Kongres IAI XXI dan PIT VIII, apt Roy Himawan.

Agenda PIT adalah 42 slot webinar simposium yang diselenggarakan dalam 6 paralel dengan masing-masing 7 session 132 oral presentation dan 51 poster hasil penelitian, pameran teknologi kesehatan dan farmasi secara virtual, serta motivational session kali ini bersama Helmy Yahya.

Menurut Nurul Falah, Covid-19 yang ditetapkan oleh WHO sebagai pandemi global pada 11 Maret 2020 lalu, mengubah wajah pelayanan kesehatan di berbagai belahan dunia tak terkecuali Indonesia.

Selama pandemi kebutuhan masyarakat akan kehadiran tenaga kesehatan, termasuk apoteker, di komunitas dan fasilitas pelayanan kesehatan meningkat signifikan. Apoteker dibutuhkan untuk memastikan ketersediaan dan penggunaan obat secara rasional serta menjadi sumber informasi terpercaya seputar pandemi, salah satunya mengenai ketersediaan dan keamanan vaksin.

Baca Juga: Gandeng Peruri, PBNU Terapkan Layanan Digital Security

Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Pertemuan Ilmiah Tahunan, Hilwan Yuda Teruna mengatakan, kelangkaan vaksin di awal program vaksinasi berjalan, pada akhirnya menuntut industri farmasi dalam negeri untuk memproduksi vaksin menjadi isu penting dalam menjamin ketahanan suatu bangsa.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Anggota TNI Penendang Aremania Diproses Hukum

Kamis, 6 Oktober 2022 | 12:30 WIB
X