• Senin, 26 September 2022

Legislator: 40 Hari Pasca Melahirkan Ibu Berada dalam Masa Kritis, Jadi Alasan Cuti Suami Masuk di RUU KIA

- Jumat, 24 Juni 2022 | 14:49 WIB
Wakil Ketua Badan Legislasi DPR, Willy Aditya
Wakil Ketua Badan Legislasi DPR, Willy Aditya

HARIANTERBIT.com - Wakil Ketua Badan Legislasi DPR, Willy Aditya, mengungkapkan selama 40 hari pasca-melahirkan seorang Ibu dinyatakan berada dalam masa kritis. Sehingga dipandang penting untuk mendapatkan pendampingan dari seorang suami.

Hal itulah yang menjadi alasan mengapa cuti suami selama 40 hari, turut diatur dalam draf Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA).

"Ada studi yang membuktikan betapa ibu baru melahirkan berada dalam masa kritis dalam masa 40 hari itu. Kalau kita pernah menemani istri pascapersalinan tentu akan mudah paham mengapa perlu ditemani," kata Willy, di Jakarta, Jumat, 24 Juni 2022.

Baca Juga: Berkaca Penanganan Pandemi Covid 19, Airlangga Beberkan Upaya Pemerintah Tangani PMK pada Hewan Ternak

Selain itu dikatakannya, studi di negara lain bahkan menunjukkan bahwa 40 hari adalah jumlah hari paling minimal yang dibutuhkan ibu untuk ditemani suaminya.

"Sesungguhnya cuti 40 hari itu, kalau di negara lain masih sangat minimal," lanjutnya.

Ia mengatakan, ada banyak hal yang dialami ibu dan perlu pendampingan suami, salah satunya sindrom baby blues yang dapat berdampak serius bahkan sampai bunuh diri.

Baca Juga: Apresiasi G20 Indonesia, The Global Fund Jajaki Peluang Kerja Sama

"Hal demikian ini yang harus kita hindari agar bayi yang lahir dan ibunya terjamin kesehatan dan keselamatannya," ujar Willy.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

GIAK: Hentikan Diskriminatif Penanganan Kasus Impor Baja

Senin, 26 September 2022 | 07:54 WIB

Doa dan Zikir Akbar Mak Ganjar Untuk Pemilu 2024

Senin, 26 September 2022 | 07:21 WIB

Organisasi Bayangan Nadiem Diduga Bebani Anggaran Negara

Minggu, 25 September 2022 | 16:34 WIB
X