• Sabtu, 1 Oktober 2022

KPAI: Pengeroyokan ABG dan Tawuran Pelajar Marak Terjadi Meski Masa Pandemi

- Kamis, 23 Juni 2022 | 11:25 WIB
Ilustrasi Tawuran
Ilustrasi Tawuran

Pihak sekolah kerap kali tidak melihat akar masalah mengapa seorang anak melakukan kekerasan, disini peran guru Bimbingan Konseling (BK) dan walikelas menjadi sangat penting.

Kelima, KPAI mendorong Dinas Pendidikan memiliki program pencegahan tawuran pelajar, tidak melulu membentuk satgas anti tawuran dan membuat deklarasi anti tawuran, karena faktanya tawuran terus terjadi. Mengeluarkan anak pelaku tawuran dari sekolahnya juga tak menyelesaikan masalah, karena begitu pindah, ternyata hanya memindahkan masalah yang tak diselesaikan.

Perlu dipikirkan cara-cara pencegahan yang lebih tepat dan berbasis ke akar masalahnya. Oleh karena itu, KPAI mendorong pemerintah setempat harus tegas memberikan kebijakan afirmasi kepada anak-anak yang selama ini left behind (tertinggal. Terabaikan) dalam proses pendidikan, misalnya anak dari keluarga miskin, anak-anak difabel, korban kekerasan dan lainnya.

Keenam, KPAI mendorong pihak kepolisian lebih meningkatkan pengawasan pencegahan tawuran di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi tempat tawuran sejumlah pelajar, tentu saja polisi harus bersinergi dengan stake holder lain di masyarakat (misalnya RT/RW, Lurah Camat, Babinsa, Satpam dll), dan dinas terkait (Dinas Pendidikan, Satpol PP, dll).

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Dua Kabar Buruk Ferdy Sambo Dalam Sehari

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 20:11 WIB

Menaker Berikan BSU kepada Nakes di Mojokerto

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 19:54 WIB

Ferdy Sambo Cs Diserahkan ke Jaksa Pekan Depan

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:00 WIB
X