• Selasa, 28 Juni 2022

Ketua Komisi II DPR: Didukung Sistem Digital, Smart City IKN Nusantara Jadi Momentum Pemerataan Pembangunan

- Rabu, 22 Juni 2022 | 01:22 WIB
Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung saat menjadi pembicara di Seminar Nasional MN KAHMI tentang Pembangunan Smart City di IKN dan Daerah Penyangga dalam Mendukung Kualitas Peningkatan Pelayanan Publik di Jakarta, Selasa, 21 Juni 2022.
Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung saat menjadi pembicara di Seminar Nasional MN KAHMI tentang Pembangunan Smart City di IKN dan Daerah Penyangga dalam Mendukung Kualitas Peningkatan Pelayanan Publik di Jakarta, Selasa, 21 Juni 2022.

HARIANTERBIT.com - Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan pemindahan ibu kota negara merupakan momentum untuk mempercepat pemerataan pembangunan di Indonesia.

“Pemindahan ibu kota negara ini adalah momentum atau titik mulai untuk mempercepat pertumbuhan pemerataan pembangunan Indonesia,” ujar Doli sapaan Ahmad Doli Kurnia Tandjung saat menjadi pembicara di Seminar Nasional MN KAHMI tentang Pembangunan Smart City di IKN dan Daerah Penyangga dalam Mendukung Kualitas Peningkatan Pelayanan Publik di Jakarta, Selasa, 21 Juni 2022.

Pemindahan ibu kota negara, kata Doli, dari DKI Jakarta menuju IKN Nusantara merupakan wujud visi dan misi Indonesia agar tidak hanya memiliki satu pusat pertumbuhan, tetapi juga mempunyai pusat-pusat lain di beberapa daerah lainnya.

Baca Juga: Menko Airlangga: Selain APBN, Alternatif Pendanaan Penting untuk Wujudkan Ekonomi Hijau

“Jadi, Indonesia tidak hanya punya satu magnet, hanya punya satu pusat pertumbuhan, tapi juga ingin membangun negara dengan banyak strategi berupa pusat-pusat pertumbuhan. Apalagi Indonesia negara yang cukup luas, jadi memang harus ada visi untuk mempercepat pemerataan pembangunan,” jelasnya.

Doli mencontohkan, pemerataan ini berkaca pada yang terjadi di Amerika yang hampir seluruh wilayahnya dikenal di dunia Internasional. Dengan perpindahan Ibukota, diharapkan nantinya Indonesia tidak dikenal dunia luar hanya Jakarta dan Bali.

"Kita berharap ke depannya dunia Internasional juga mengenal Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan, Jawa Barat. Dunia internasional akan mengenal wilayah-wilayah di atas sebagai bagian tak terpisahkan dari Indonesia," ujar Politikus Partai Golkar ini.

Baca Juga: Gerakan Biru Kuning: Cak Imin Capres NU Tulen, Calon Lainnya Cuma Mendadak NU

Untuk itu, program pemerataan pembangunan yang dicanangkan pemerintah Jokowi ini harus didukung banyak pihak.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X