• Jumat, 19 Agustus 2022

Aktivis Demokrasi: MK Dibubarkan Saja

- Selasa, 21 Juni 2022 | 12:38 WIB
Muslim Arbi, aktivis demokrasi, setuju pembubaran MK.
Muslim Arbi, aktivis demokrasi, setuju pembubaran MK.

"Para guru bangsa itu tidak punya kepentingan politik apapun, selain ingin melihat negara kita makin demokrasi dan hak-hak rakyat dihargai dan dilindung. Ketentuan pasal 222 itu sudah menghalangi keingnan rakyat untuk bebas memilih pemimpinnya," sambungnya. 

Ia meragukan MK bisa menjadi pengawal konstitusi. Alasannya, hampir sebagian besar keputusannya jauh dari rasa keadilan rakyat.

Baca Juga: Terkait Meme Stupa Borobudur, Roy Suryo Dilaporkan ke Bareskrim Polri

"Kedaulatan rakyat, seperti yang ditegaskan dalam UUD 1945, tidak dapat diwujudkan jika MK tetap mempertahankan Presidentil Threshold 20 persen tersebut. Kedaulatan Rakyat hanya akan terwujud jika syarat maju jadi calon hanya didukung oleh partai tanpa persyaratan 20 persen. Threshold harusnya 0 persen,” ujarnya.

Menurutnya, reformasi tahun 1998 menghendaki bahwa negara harus kembali jadi milik rakyat dan bekerja untuk kepentingan rakyat. Ini termasuk pemimpinan juga harus dari rakayat dan untuk rakyat.

Baca Juga: 10 Tips Jitu Diet Sehat untuk Pemula

“Maka sangat wajar jika Ketua DPD geram dan mengusulkan pembubaran MK. Saya setuju," katanya.

Tetapi, dia sadar membubarkan MK harus mengamandemen UUD 1945. Ini karena keberadaan MK disebut dalam pasal 24 UUD Negara yang sudah beberapa kali amandemen itu. ***

Halaman:

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Tangkap Enam Pelaku Begal Sadis

Jumat, 19 Agustus 2022 | 11:23 WIB

Pengamat: Rakyat Hormati Pemimpin Jujur

Jumat, 19 Agustus 2022 | 11:21 WIB

Polisi Ungkap Kasus Penipuan via Aplikasi MT4 UGAM

Kamis, 18 Agustus 2022 | 20:52 WIB

Bharada E Minta Keluarganya Juga Dilindungi

Kamis, 18 Agustus 2022 | 16:15 WIB

LPSK: Rutan Bareskrim Tidak Ideal Buat Bharada E

Kamis, 18 Agustus 2022 | 16:03 WIB
X