PKS Sebut Satu Dekade Terakhir Demokrasi Berubah jadi Otoritarianisme

- Senin, 20 Juni 2022 | 15:25 WIB
Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, menyebut tahun 2024 merupakan waktunya pergantian pemimpin pemerintah. (instagram @syaihku_ahmad_)
Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, menyebut tahun 2024 merupakan waktunya pergantian pemimpin pemerintah. (instagram @syaihku_ahmad_)

 

 HARIANTERBIT.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai dalam 10 tahun terjadi kemunduran dalam demokrasi. Bahkan terjadi perubahan arah demokrasi dalam kurun waktu tersebut.

 
Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, mengatakan tahun 2024 merupakan waktunya pergantian pemimpin pemerintah. Tahun pemiku tersebut juga disebut sebagai sebagai momentum untuk merubah arah pembangunan. 
 
"Tahun 2024 bukan hanya sekedar pergantian kepemimpinan nasional tetapi juga menjadi sebuah momentum perubahan arah pembangunan bangsa pada masa yang akan datang," ujar Presiden OJS Ahmad Syaikhu dalam pidato politik pada pembukaan Rapimnas PKS di Hotel Sahid, Jakarta, Senin, 20 Juni 2022. 
 
 
Syaikhu menganggap sepuluh tahun terkahir demokrasi berjalan stagnan bahkan cenderung mundur. Mantan Wakil Walikota Bekasi ini juga melihat dalam periode tersebut terjadi praktik otoritarianisme. 
 
"Selama hampir satu dekade ini demokrasi kita mengalami stagnasi bahkan sampai ke belakang mundur ke belakang. Serta berputar haluan dari era demokrasi menuju era otoritarianisme," tandasnya.
 
 
PKS menyebut satu dekade terkahir terjadi pembelahan yang runcing di tengah masyarakat. Syaikhu melihat adanya fenomena sosial di mana masyarakat saling tidak percaya satu sama lain.
 
"Kita melihat bagaimana sisi harmoni sosial di tengah masyarakat juga terjadi keterbelahan bahkan tercerai-berai. Ada gejala kita mengalami distrust society di masyarakat yang saling tidak percaya satu sama lain. Terjadi pembelahan sosial yang cukup tajam dan berlarut-larut," bebernya. 
 
 
Meski begitu Syaikhu bersyukur hingga saat ini Indonesia masih menjadi negara yang utuh. Dia juga optimistis Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan akibat pandemi covid-19. ***
 
 

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penimbun MinyaKita Akan Ditindak Tegas

Kamis, 9 Februari 2023 | 12:09 WIB

Amnesty Internasional Kecam Aksi KKB Papua

Kamis, 9 Februari 2023 | 12:06 WIB
X