• Rabu, 28 September 2022

Bamsoet Dorong Menteri ATR/Kepala BTN Tegas Berantas Mafia Tanah

- Jumat, 17 Juni 2022 | 21:13 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama Hadi Tjahjanto di Jakarta, di Gedung MPR RI Jumat (17/6/2022).
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama Hadi Tjahjanto di Jakarta, di Gedung MPR RI Jumat (17/6/2022).

HARIANTERBIT.com - Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mendukung langkah Presiden Joko Widodo mengangkat mantan Panglima TNI Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto menjadi Menteri ATR/Kepala BPN.

Leadershipnya yang kuat sangat cocok untuk menghadapi berbagai tantangan dan pekerjaan rumah yang dihadapi kementerian ATR/BPN. Antara lain memberantas mafia tanah, serta memperluas reforma agraria dan menyelesaikan konflik agraria.

"Masih maraknya praktik mafia tanah tidak hanya menyengsarakan masyarakat umum, melainkan juga merugikan investor. Tidak jarang dalam melakukan operasinya, para mafia tanah ini juga berkolaborasi dengan mafia peradilan. Memberantas mafia tanah harus dilakukan dari hulu ke hilir, dari mulai membenahi sistem di Kementerian ATR/BPN hingga membangun kerjasama yang erat dengan para penegak hukum. Tugas berat ini pasti bisa dilakukan oleh Pak Hadi," ujar Bamsoet di Jakarta, di Gedung MPR RI Jumat (17/6/2022).

Baca Juga: Komisi XI DPR Soroti Konflik Kepentingan Erick Thohir dan Boy Thohir di Kasus Pembelian Saham GoTo

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, Presiden Joko Widodo sejak tahun 2015 lalu telah menggencarkan reforma agraria sebagai bagian dalam menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di masyarakat.

Berbagai target yang ingin dikejar dalam reforma agraria telah dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

Namun hingga kini, beberapa belum sepenuhnya tercapai, mengingat masih besarnya tantangan yang dihadapi di lapangan.

Baca Juga: Menko Airlangga Pamerkan Sukses Program Kartu Prakerja dalam Plenary Session CONFINTEA VII

"Beberapa yang sudah tercapai dan bahkan melampaui target antara lain, legalisasi aset dari target 4,5 juta hektar lahan hingga akhir tahun 2021 lalu sudah mencapai 7,79 juta hektar. Legalisasi pendaftaran tanah (PTSL) juga telah melampaui target dari 3,9 juta hektar menjadi 7,68 juta hektar. Sementara target yang belum terselesaikan, antara lain redistribusi lahan dari target 4,5 juta hektar baru tercapai 1,44 juta hektar. Serta redistribusi tanah dari pelepasan kawasan hutan dari target 4,1 juta hektar baru terealisasi 298,404 hektar," jelas Bamsoet.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jokowi: Dua Tahun Lagi Tidak Ada Impor Aspal

Selasa, 27 September 2022 | 21:17 WIB

Survei CSIS: Ganjar Pranowo Paling Disukai Milenial

Selasa, 27 September 2022 | 19:22 WIB

Nasib Anies Baswedan Usai Tak Lagi Jadi Gubernur DKI

Selasa, 27 September 2022 | 15:29 WIB
X