• Selasa, 6 Desember 2022

Jokowi dan 'Ketaatannya' pada Penanggalan Jawa

- Kamis, 16 Juni 2022 | 12:19 WIB
Presiden Jokowi bersama para pemimpin daerah dalam acara di Titik Nol Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur.  (youtube sekretariat presiden)
Presiden Jokowi bersama para pemimpin daerah dalam acara di Titik Nol Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur. (youtube sekretariat presiden)

HARIANTERBIT.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dinilai amat mempertahankan tradisi Jawa di tengah masyarakat modern. Termasuk penanggalan Jawa. 

Langkah politik Jokowi pun dikaitkan dengan tradisi penanggalan Jawa yang dikenal sebagai hari pasaran atau Weton.

Terbaru, Jokowi juga melakukan reshuffle kabinet Indonesia Maju yang dipimpinnya pada 15 Juni 2022. Tepat Rabu pon dalam penanggalan Jawa, sama dengan hari kelahirannya dalam kalender Jawa. 

Baca Juga: Tuntutan Aksi di DPR Tak Dipenuhi, Lima Juta Buruh Siap Gelar Mogok Nasional

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebut weton diartikan sebagai hari lahir seseorang yang dikaitkan dengan pasaran pada tradisi penanggalan Jawa. Pasaran atau weton ini dibagi dalam lima hari, yaitu legi, pahing, pon, wage dan kliwon.

Persinggungan hari nasional yang tujuh itu dengan hari pasar Jawa akan terjadi sekali dalam sebulan. Sangat jarang terjadi dalam satu bulan ada dua hari persinggungan yang sama. Artinya Rabu pon hanya ada sehari dalam sebulan, demikian juga dengan Rabu pahing, Rabu wage, Rabu legi maupun Rabu kliwon.

Baca Juga: Menteri Jangan Manfaatkan BUMN Untuk Kampanye

Antropolog kondang dari Amerika Serikat, Clifford Geertz dalam bukunya yang sangat terkenal, The Religion of Java, menyebut masyarakat Jawa terbagi dalam tiga varian, yaitu santri, abangan dan priyayi.

Ia juga menyebut masyarakat abangan sangat tergantung pada perhitungan hari baik dan bulan baik. Ini ditandai dengan rangkaian ritual selamatan yang umum dilakukan, yaitu meminta keselamatan kepada Tuhan yang Maha Esa. Ritual biasa dikaitkan dengan weton.

Halaman:

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah dan DPR Sahkan RUU KUHP jadi Undang-undang

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:55 WIB

Penjualan Pulau Perbuatan Nista, Mengancam NKRI

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:30 WIB

Relawan Perubahan Sumbar Dukung Anies Sebagai Capres

Senin, 5 Desember 2022 | 23:10 WIB
X