• Kamis, 1 Desember 2022

Ahmad Basarah: Cinta Agama dan Cinta Negara Dalam Satu Tarikan Nafas

- Selasa, 14 Juni 2022 | 22:23 WIB
Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah dalam dialog kebangsaan di Kampus Universitas Negeri Jember (UNEJ) bertajuk "Relasi Agama dan Negara dalam Bingkai Negara Hukum Pancasila", Selasa 14 Juni 2022.
Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah dalam dialog kebangsaan di Kampus Universitas Negeri Jember (UNEJ) bertajuk "Relasi Agama dan Negara dalam Bingkai Negara Hukum Pancasila", Selasa 14 Juni 2022.

HARIANTERBIT.com - Wakil Ketua MPR RI Dr. Ahmad Basarah menjelaskan relasi agama dan negara dalam bingkai negara hukum Pancasila.

Pemahaman terhadap hubungan agama dan negara demikian penting, terlebih dinamika sosial politik nasional yang terjadi dalam beberapa tahun ini telah mengarah pada upaya dari beberapa kelompok dalam masyarakat kita yang mempersoalkan kembali prinsip-prinsip berbangsa dan bernegara kita yang telah final menjadi konsensus bangsa Indonesia sejak Indonesia di dirikan tahun 1945 dahulu.

Bahkan ada sebagian diantara mereka yang berniat mengganti dasar dan bentuk negara Indonesia.

Baca Juga: Peneliti BRIN Apresiasi Komitmen Politik KIB Usung Capres 2024 dari Internal Partai

"Sejak kita merdeka, para pendiri bangsa kita telah menyepakati bahwa dasar dan ideologi negaranya adalah Pancasila dan bentuk negaranya adalah Negara Kesatuan. Sejarah juga merekam jelas kerjasama baik antara golongan Islam dan kebangsaan, baik dalam merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan," kata Basarah dalam dialog kebangsaan di Kampus Universitas Negeri Jember (UNEJ) bertajuk "Relasi Agama dan Negara dalam Bingkai Negara Hukum Pancasila", Selasa 14 Juni 2022.

Doktor hukum lulusan Universitas Diponegoro menguraikan lebih lanjut bentuk bentuk sinergi dan harmoni antara golongan Islam dan golongan kebangsaan. Jejaknya terlihat jelas dengan disepakatinya Pancasila sebagai kalimatun Sawa atau titik temu yang mempersatukan bangsa Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai negara Nasional Religius yang disahkan PPKI pada 18 Agustus tahun 1945.

Baca Juga: Indonesia dan Bosnia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi

Bukti lain yang disampaikan Basarah adalah Fatwa dan Resolusi Jihad Fi Sabilillah oleh KH Hasyim Asy'ari dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari agresi tentara Belanda yang membonceng Sekutu dan NICA. Disinilah muncul fatwa jihad, Fardu Ain bagi setiap muslim dan muslimat dalam mempertahankan negara.

"Fatwa Hubbul Wathon Minal Iman. Cinta negara sebagian dari Iman, telah menggerakkan arek arek Suroboyo mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dari sinilah bisa dipahami bahwa cinta negara dan cinta agama berada dalam satu tarikan nafas. Dari sinilah bisa kita pahami bahwa relasi agama dan negara dalam bingkai negara hukum Pancasila saling menguatkan. Islam sangat kompatibel dengan nasionalisme," tegas Basarah.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jokowi Diminta Lakukan Reshuflle Kabinet

Rabu, 30 November 2022 | 23:49 WIB

DPR Akan Tetap Sahkan RKUHP Meski Mendapat Penolakan

Rabu, 30 November 2022 | 23:43 WIB
X