• Kamis, 6 Oktober 2022

KNPI Soroti Tak Ada Upaya Hukum Bank Mandiri dalam Kasus Kredit Macet PT Titan

- Selasa, 14 Juni 2022 | 18:32 WIB
KNPI
KNPI

Jakarta, HanTer - Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama, menilai, kasus kredit macet yang melibatkan PT Titan Group dengan fasilitas kredit dari Bank Mandiri dan sindikasi bank lainnya yang jumlahnya mencapai Rp8  triliun terindikasi adanya dugaan korupsi. 

Ia mencium adanya keterlibatan petinggi Bank Mandiri dan PT. Titan sehingga menimbulkan kredit macet yang angkanya fantastis tersebut. 

"Kita patut curiga adanya kongkalikong," kata Haris melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (13/6/2022). 

Haris juga mempertanyakan lolosnya pengucuran kredit hingga triliunan rupiah ke PT Titan. Padahal perusahaan tersebut merupakan PMA atau penanaman modal asing. 

"Ada indikasi 'main mata' sehingga kredit yang diberikan besar sekali," kata Haris. 

Dirinya turut menyoroti tidak adanya langkah hukum dari Bank Mandiri untuk menyelesaikan persoalan kredit macet PT Titan. 

"Kasus kredit macet PT Titan ini angkanya melebihi kasus-kasus gajah seperti Century dan BLBI. Ini uang rakyat lho. Kami serukan kepada pihak kepolisian, Kejagung dan KPK untuk mengungkapnya," pintanya. 

Haris juga mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kementerian BUMN agar mengawasi pelaksanaan operasional bank-bank pelat merah, sebab yang dikelola adalah uang rakyat Indonesia. 

"Kami anak muda mendorong agar Presiden Jokowi dan Kementerian BUMN melakukan pengawasan yang intensif kepada bank pelat merah," pungkas Haris.

Halaman:

Editor: Zamzam Terbit

Tags

Terkini

Anggota TNI Penendang Aremania Diproses Hukum

Kamis, 6 Oktober 2022 | 12:30 WIB
X