Investasi Telkomsel di GOTO Diduga Rugikan Negara dan Konflik Kepentingan, DPD RI Tegas Lakukan Ini

- Senin, 30 Mei 2022 | 08:21 WIB
Komisaris Utama GoTo Gojek Tokopedia Garibaldi Thohir alias Boy Thohir
Komisaris Utama GoTo Gojek Tokopedia Garibaldi Thohir alias Boy Thohir

Jakarta, HanTer - Dugaan kerugian negara yang diakibatkan investasi Telkomsel di perusahaan marger Gojek dan Tokopedia (GOTO) mendapat sorotan tajam DPD RI.

Terlebih, selain diduga merugikan negara, investasi tersebut dinilai tidak transparan, diragukan akuntabilitasnya, bisnis tersebut kental konflik kepentingan.

Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti akan menugaskan Komite IV DPD untuk mendalami persoalan tersebut.

Baca Juga: Sambutan AHY Pada Milad ke-20 PKS: Akhiri Sekat-sekat Identitas yang Hambat Kemajuan Bangsa

"Kami di DPD RI akan mendalami kejanggalan dan potensi kerugian negara yang terjadi terkait bisnis tersebut. kami akan lakukan FGD, kemudian rapat dengar pendapat dengan memanggil pihak terkait seperti OJK, Kementerian BUMN dan lainnya," kata LaNyalla dalam keterangannya, dikutip Senin, (30/5).

Polemik bisnis GoTo itu sebelumnya dijelaskan oleh salah satu aktivis Populis yang merupakan ekonom, Anthony Budiawan.

Menurutnya GoTo berpotensi merugikan karena nilai investasi Telkomsel di GoTo yang diperkirakan mencapai 450 juta dolar AS, atau setara dengan Rp6,4 triliun, tidak menguntungkan.

Baca Juga: Menko Airlangga: RI - Belanda Perkuat dan Perluas Kerja Sama Perdagangan dan Investasi

"Anak perusahaan Telkom itu justru menanggung rugi sampai 50 persen dari total investasi yang dilakukannya, setelah harga saham GoTo anjlok sejak IPO," ujarnya.

Anthony mengatakan, sekarang ini harga saham sudah rendah sementara tingkat kepercayaan perusahaan menurun. Di sisi lain pemegang saham sudah dapat untung dari jual sahamnya di bursa. Investor terakhir akan terbakar.

"Jadi setelah GoTo IPO pada April 2022, mereka perlu dana cash lagi, sehingga harus tarik dana baru. Sehingga seperti skema Ponzi, tarik dana baru yang tujuannya hanya untuk menutupi kerugian operasional," kata Anthony.

Baca Juga: Puteri Indonesia 2022, Puan: Suara Perempuan Akan Bawa Perubahaan di Dunia

Belum lagi soal konflik kepentingan dalam bisnis tersebut. Pasalnya, komisaris utama dari GoTo adalah Garibaldi Thohir (Boy Thohir) saudara kandung dari Menteri BUMN.

"BUMN memberikan modal kepada perusahaan milik saudaranya yang jumlahnya triliunan rupiah. Secara logika apa tidak terjadi konflik kepentingan?" ujarnya.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X