• Rabu, 28 September 2022

Tiga Ormas di Jabar Serukan, Lawan dan Hancurkan Oligarki, Selamatkan Indonesia

- Minggu, 29 Mei 2022 | 10:21 WIB

Jakarta, HanTer - Tiga ormas di Jawa Barat yakni Forum Komunikasi Patriot Peduli Bangsa (FKP2B), Aliansi Profesional Indonesia Bangkit (APIB ), dan KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) Jabar pada Sabtu, (28/5/2022) menggelar acara halal bihalal di Aula Darul Hikam Jl. WR. Supratman, Bandung.

Turut hadir pada acara tersebut para tokoh Jabar, diantaranya aktivis tiga jaman Kang Tjetje H. Padmadinata, Ceu Popong Otje Junjunan, Andri Perkasa Kantaprawira (Aktifis Gerakan Sunda), dan beberapa tokoh dari Kab/kota di Jabar.

Acara HBH bersama di awali sambutan Ketua Pelaksana Harri Mulyana yang juga Presidium KAMI Jawa Barat. Serta sambutan yang mewakili 3 ormas oleh Dindin S. Maolani, SH (tokoh Jabar dan pengacara Senior) menyampaikan bahwa HBH terbatas diselenggarakan hanya mengundang pengurus dan beberapa perwakilan dari daerah.

Disamping acara Tausyiah HBH yang disampaikan oleh Dr. Ir. Sodik Mujahid, MSc anggota DPR-RI dari Jabar. Juga diadakan dialog atau diskusi edukatif, dan inspiratif yang di moderatori oleh Sekjen FKP2B, Ir. Syafril Sofyan, MM.

“Dialog diskusi sudah dalam satu frekuensi, karena audience sepakat bahwa Negara Indonesia dalam kondisi tidak sehat bahkan sudah harus masuk ICU karena `sakit parah`, kondisi ekonomi sangat sulit, berbagai krisis termasuk krisis pangan yang mengancam. Sementara kemampuan pemerintah amburadul, salah satu buktinya adalah Pemerintah kalah dengan mafia minyak goreng. Cuaca poleksosbud sangat buruk. Indonesia bisa berantakan," ujar Syafril.

Sementara Ubedilah Badrun, Dosen UNJ, dan aktivis gerakan mahasiswa motor gerakan reformasi 1998, sebagai narasumber menjelaskan jika sebagai akademis melalui riset yang dilakukan, baik secara kuantitatif dan kualitatif tentang kondisi saat ini kuat sekali dasar bagi masyarakat untuk melakukan perubahan.

"Saya merasa optimis karena ternyata kalangan mahasiswa sebagai gerakan independen ternyata masih peduli dan berjuang untuk kepentingan masyarakat, terbukti setiap permasalahan yang krusial seperti pelemahan KPK, tentang UU Cipta Kerja omnibuslaw dan tentang keinginan perpanjangan masa jabatan dan perubahan tiga periode jabatan Presiden, mereka turun unjuk rasa secara serentak di berbagai kota, sebagai bukti kepekaan mereka," ujarnya.

"Selanjutnya yang saya monitor, khususnya para generasi muda umumnya, masyarakat sangat concern terhadap permasalahan korupsi dan nepotisme, mereka mahasiswa sangat anti terhadap kelakuan koruptif penguasa atau istana dan keluarganya," sambungnya.

Demikian juga tentang oligarki, lanjut dia, dimana struktur kekuasaan dan sistim politik sejak dua periode pemerintahan, hanya dikendalikan oleh sejumlah kecil orang, yang terkait dengan kekayaan, ikatan keluarga, untuk kepentingan kelompok dan abai terhadap kepentingan rakyat.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Banyak Dikiritik, Program Kompor Listrik Dibatalkan

Rabu, 28 September 2022 | 09:25 WIB

DPR Desak KPK Jemput Paksa Lukas Enembe

Rabu, 28 September 2022 | 08:55 WIB
X