• Kamis, 1 Desember 2022

Ahmad Basarah: Indonesia Kehilangan Tokoh Moderat Yang Giat Menyatukan Islam dan Kebangsaan

- Jumat, 27 Mei 2022 | 15:39 WIB
Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah
Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah

Jakarta, HanTer – Bangsa Indonesia berduka usai ditinggalkan salah satu tokoh moderat kaliber internasional, Buya Syafii Ma’arif, yang meninggal dunia pada Jumat (27/5/2022) pukul 10.00 WIB. Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengenang peran besar Buya Syafii sebagai tokoh Islam yang sederhana, moderat, dan selalu menggaungkan kebhinnekaan dan keindonesiaan.

“Buya Syafii pantas dianggap sebagai salah satu guru bangsa karena peran-peran besar yang beliau dedikasikan kepada Bangsa Indonesia. Saya pernah bertemu beliau, bertukar pikiran, dan mendapatkan kesempatan menimba ilmu Islam dan kebangsaan dari almarhum. Pikiran pikiran beliau selalu berfokus pada bagaimana bangsa ini menjadi besar, kuat, dan terus bersatu di tengah perbedaan yang ada,” kata Ahmad Basarah, mengenang kepribadian tokoh besar ini, Jumat (27/5/2022).

Baca Juga: Jika Pilpres Dilakukan Hari Ini, Anies-AHY Kalahkan Ganjar-ET

Sebagai Wakil Ketua PP Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PBNU Periode 2022 – 2027 ini, Ahmad Basarah menilai Buya Syafii Maarif berhasil memimpin PP Muhammadiyah dengan membawa ormas Islam itu ke arah moderasi beragama di Indonesia. Dia berpendapat tidak mudah menemukan kembali tokoh dengan pemikiran kebangsaan dan keindonesiaan dengan wawasan Pancasila seperti Buya Syafii.

“Bangsa Indonesia sebenarnya masih butuh sosok sosok guru bangsa yang bisa menjadi tempat belajar sekaligus mengingatkan bangsa ini jika dirasa ada yang melenceng dari cita-cita pendiri bangsa. Tugas generasi sekarang adalah bagaimana melanjutkan cita cita almarhum agar bangsa ini bisa menjadi bangsa mandiri dan maju dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegas Ahmad Basarah.

Baca Juga: Airlangga: Buya Syafii Negawaran dan Bapak Bagi Rakyat Indonesia

Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR itu menilai, bukan hanya bangsa Indonesia yang kehilangan tokoh asal Sumatera Barat yang pernah menjadi Ketua Umum ke-13 PP Muhammadiyah pada 1998 hingga 2005 ini, tapi juga dunia internasional. Selama ini lelaki santun dan sederhana itu terkenal tidak pernah lelah menyatukan visi esoterisme Islam di kalangan para pemuka agama dalam kapasitasnya sebagai Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP).

‘’Dunia Islam kehilangan beliau sama dengan saat bangsa Indonesia kehilangan mantan Presiden RI serta mantan ketua umum PBNU Abdurrahman Wahid, Nurcholis Madjid, Taufiq Kiemas atau tokoh besar lainnya. Jejak mereka semua bisa dilihat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita,’’ jelas Ahmad Basarah.

Baca Juga: Telkom Gelar RUPS, Pengamat Sebut Penyegaran dalam Jajaran Tubuh Direksi, Copot Ririek Adriansyah?

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jokowi Diminta Lakukan Reshuflle Kabinet

Rabu, 30 November 2022 | 23:49 WIB

DPR Akan Tetap Sahkan RKUHP Meski Mendapat Penolakan

Rabu, 30 November 2022 | 23:43 WIB
X