• Rabu, 10 Agustus 2022

Kedepankan Pertimbangan Kemanusiaan untuk Upayakan Perdamaian pada Krisis Rusia-Ukraina

- Kamis, 26 Mei 2022 | 21:21 WIB
Aksi damai menolak perang Rusia-Ukraina
Aksi damai menolak perang Rusia-Ukraina

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap Indonesia dapat melakukan langkah dan sikap yang tepat dalam ikut serta mengatasi konflik Rusia-Ukraina menuju perdamaian.

Anggota Komisi I DPR RI, Muhammad Farhan menilai krisis Rusia-Ukraina berdampak pada banyak sektor, seperti ekonomi terkait sumber daya alam dan ketersediaan komoditas.

Baca Juga: Politikus Gerindra Menggebrak, Curigai IPO GOTO, Kental Konflik Kepentingan Erick Thohir dan Boy Thohir

Menurut Farhan, sanksi terhadap Rusia dari sejumlah negara dunia akan mempengaruhi keseimbangan ketersediaan komoditas di dunia. Sanksi tersebut, jelas Farhan, justru mendorong Rusia untuk menguasai Ukraina.

Farhan berpendapat, demi menciptakan perdamaian dunia, Indonesia harus condong terhadap salah satu pihak dalam konflik tersebut.

Di sisi lain, tambahnya, upaya perdamaian dalam krisis Rusia-Ukraina bisa dicapai bila Ukraina menyerah dan memberikan kemerdekaan kepada sejumlah negara bagiannya.

Bila Indonesia tetap bersikap non blok, ujar Farhan, krisis Rusia-Ukraina akan terus dalam status quo.

Baca Juga: MPR Minta Aparat Hukum Bertindak, Investasi Telkomsel di GOTO Merugikan Negara: Itu Uang Rakyat!

Pengamat Militer dan Pertahanan Keamanan, Connie Rahakundini Bakrie berpendapat 91 hari krisis Rusia-Ukraina saat ini sudah menjadi multilateral war terhadap Rusia di tanah Ukraina.

Krisis Rusia-Ukraina, jelas Connie, adalah perang yang berbeda dari perang pada umumnya.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jalin Kekutan Baru, Perpusnas Kolaborasi dengan TNI

Selasa, 9 Agustus 2022 | 22:11 WIB

Rakyat Jelata Gelar Aksi Sejuta Motor Menuju Istana

Selasa, 9 Agustus 2022 | 11:44 WIB
X