• Rabu, 28 September 2022

Din Syamsuddin Hadiri Doha International Interfaith Conference Qatar

- Kamis, 26 Mei 2022 | 12:54 WIB

Jakarta, HanTer - Setelah dari Kazan, Russia, mantan Ketua Umum Muhammadiyah/Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Din Syamsuddin menghadiri Doha International Interfaith Conference, 24-25 Mei 2022. Konperensi ini adalah event tahunan yang berlangsung sejak 2010, hanya sempat terhenti dua tahun terakhir karena Pandemi Covid.

Pada pertemuan ke-12 tahun ini dibahas sebagai tema utama Religion and Hate Speech: Scripture and Practices (Agama dan Ujaran Kebencian: Kitab Suci dan Praktek). Isu ujaran kebencian menjadi masalah global yg menciptakan ketegangan bahkan konflik baik antar agama maupun antar bangsa.

Dalam keterangannya yang didapat Harian Terbit, Kamis (26/5'/2022), konperensi tersebut dihadiri 500 tokoh berbagai agama, akademisi, dan pencipta perdamaian dunia, dari berbagai negara dunia.

Baca Juga: Imigrasi Terbitkan Visa On Arrival untuk Delegasi Pertemuan GPDRR 2022 di Bali

Din Syamsuddin ikut hadir pada sesi tentang faktor dan akibat ujaran kebencian. Ia menegaskan bahwa ujaran kebencian adalah bertentangan dengan ajaran agama mana pun. Dalam Islam, kata mantan Ketua Dewan Pertimbangan MUI, seorang Muslim dianjurkan untuk tidak hanya mengatakan ucapan yang baik, atau lebih baik diam.

Ujaran kebencian yang memenuhi jagad manusia, baik bentuk fobia terhadap sesuatu agama seperti Islamofobia ataupun labelisasi terhadap sesuatu kelompok adalah sumber malapetaka peradaban. Pelaku-pelakunya adala kaum perusak.

Ujaran kebencian, menurut Guru Besar FISIP UIN Jakarta ini, sesunggguhnya lahir dari rasa ketakutan atau inferioritas terhadap kelompok lain. Maka, sejatinya ujaran kebencian, apapun bentuknya, adakah sikap irrasional yang hanya dilakukan oleh orang-orang pengecut yang tidak bertanggung jawab.

Maka, sudah waktunya umat manusia cinta kebenaran dan kedamaian, untuk bangkit bersama melawan kelompok pengecut ini, seperti para buzzer, baik yang bekerja karena kebodohan maupun yang menjadikannya sebagai mata pencaharian.

Terhadap mereka, kata Ketua Majelis Permusyawaratan Partai (MPP) Partai Pelita ini, cukup disambut dengan tertawa sambil didoakan utk mendapat hidayah Ilahi. Terhadap yg keterlaluan memang pantas diadukan ke proses hukum.

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Jokowi: Dua Tahun Lagi Tidak Ada Impor Aspal

Selasa, 27 September 2022 | 21:17 WIB

Survei CSIS: Ganjar Pranowo Paling Disukai Milenial

Selasa, 27 September 2022 | 19:22 WIB

Nasib Anies Baswedan Usai Tak Lagi Jadi Gubernur DKI

Selasa, 27 September 2022 | 15:29 WIB
X