• Kamis, 11 Agustus 2022

Rating Elektoral Rendah, Puan Sebaiknya Tidak Mencalonkan Diri Jadi Capres dan Cawapres

- Rabu, 25 Mei 2022 | 11:24 WIB
Menurut Pengamat, Puan Maharani Lebih Cocok Jadi Sosok Negarawan daripada Menjadi Presiden! Ini Alasannya
Menurut Pengamat, Puan Maharani Lebih Cocok Jadi Sosok Negarawan daripada Menjadi Presiden! Ini Alasannya

Lebak, HanTer - Politisi PDIP Puan Maharani diminta tidak mencalonkan diri sebagai presiden maupun wakil presiden pada bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Pasalnya, hingga saat ini rating elektoral Puan dari hasil berbagai lembaga survei ternama antara 2,6 sampai 3,1 persen.

“Itu juga terkatrol oleh jabatan Ketua DPR RI dan sosialisasi dengan memasang baliho di seluruh Indonesia," kata pengamat politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Setia Budhi Rangkasbitung Harits Hijrah Wicaksana, di Lebak, Selasa.

Dengan pencapaian elektoral seperti itu, tentu Puan Maharani sangat berat jika dipaksakan untuk bersaing pada Pilpres 2024.

Baca Juga: Soal Ade Armando, Sekjen PAN Tak Pikirkan Upaya Damai

Meski sudah menjabat anggota DPR RI, Menteri hingga Ketua DPR RI, namun kinerja Puan seperti biasa-biasa saja dan belum menunjukkan leadership yang dibutuhkan Indonesia.

Elektoral cucu Proklamator itu kalah dibandingkan Prabowo Subianto, Erick Thohir, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Anies Baswedan.

Bahkan, di PDI Perjuangan pun Puan kalah oleh Ganjar dan Risma.

Saat ini, ujarnya, literasi pendidikan politik masyarakat sudah cerdas, sehingga melihat Puan Maharani belum menunjukkan karakter kepemimpinan yang bersentuhan dengan rakyat.

Masyarakat Indonesia sekarang ini membutuhkan figur kepemimpinan yang bersentuhan langsung dengan rakyatnya dan tidak disekat-sekat.

Selain itu, juga masyarakat berkeinginan pemimpin nasional dengan karakter ketokohan yang mampu bekerja dengan baik.

Sebab, pemilih Pilpres 2024 kebanyakan kaum milenial tentu membutuhkan pemimpin nasional yang bisa menjawab tantangan ke depan menjadi lebih baik.

Negarawan

Figur yang tepat sosok putri Megawati Soekarnoputri itu seorang dengan jiwa negarawan dan tokoh politik nasional yang membawa kedamaian.

Apabila, terjadi konflik politik mampu menjembatani, menengahi dan menyelesaikan permasalahan konflik itu. "Potensi itu dimiliki Puan untuk mendamaikan konflik karena jiwa keibuan itu," katanya pula dilansir Antara.

Sementara itu, Peneliti senior dari Institute for Strategic and Development (ISDS), Aminudin mengatakan, jika Puan diharuskan menjadi negarawan maka nanti malah dibalik oleh pihak Puan Maharani. Untuk menjadi negarawan paripurna justru sebaiknya malah harus nyapres terlebih dahulu.

"Karena dari segi terminologi istilah negarawan atau statesman, biasanya diasosiasikan dengan seorang politisi atau tokoh publik yang mempunyai karier politik atau karier dalam pemerintahan yang terhormat dan disegani, baik dalam lingkup nasional maupun internasional," ujarnya dihubungi Harian Terbit, Selasa.

Aminudin menegaskan, di dalam negara menganut sistem presidensial seperti Indonesia maka puncak karier dalam pemerintahan jabatan politik adalah ketika menjabat sebagai Presiden. Ketika seseorang berhasil menjabat sebagai presiden maka berhasil menjadi seorang penguasa yang arif, adil dan bijaksana mengangkat harkat rakyatnya.

"Mengalahkan egonya sebagai penguasa itulah seseorang menjadi negarawan yang paripurna bagi bangsanya," tandasnya.

"Bagi yang ingin tolak Puan maju sebagai calon presiden sebaiknya menggunakan alasan selama menjadi memimpin DPR apakah dia sudah maksimal memperjuangkan kepentingan rakyat? Kalau itu perlu di uji dari suara publik," tambahnya.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Survei: Prabowo Mengungguli Ganjar dan Anies

Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:52 WIB

RAS Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dijerat Pasal TPPU

Kamis, 11 Agustus 2022 | 01:45 WIB
X