• Rabu, 10 Agustus 2022

Jamiluddin Ritonga: Cak Imin Selayaknya Tahu Diri

- Selasa, 24 Mei 2022 | 14:11 WIB
M. Jamiluddin Ritonga, pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul
M. Jamiluddin Ritonga, pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul

Jakarta, HanTer - M. Jamiluddin Ritonga, pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jakarta menilai pernyataan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) PKB bersedia bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dengan syarat dirinya menjadi capres tentu wujud kepongakan semata.

"Ada dua penyebab Cak Imin pongah," ujar Jamiluddin di Jakarta, Selasa (24/5/2022),

Pertama, papar Jamiluddin, perolehan kursi PKB pada pileg 2019 dibawah Golkar. Tentu logika politiknya Golkar yang lebih berhak mengusung capres dari PKB. Berbeda halnya bila koalisinya hanya PKB, PPP, dan PAN, maka PKB berhak mengajukan capres. Sebab, perolehan kursi DPR RI dari tiga partai itu PKB yang paling banyak.

Baca Juga: Rahadian D. Yogisworo Diangkat Sebagai Corporate Secretary Baru di API

"Dua, elektabilitas Cak Imin yang sangat rendah, membuat peluangnya hampir tertutup untuk diusung menjadi capres. Bahkan elektabilitasnya lebih rendah dari Airlangga Hartarto," jelasnya.

Karena itu, sambung Jamiluddin, dilihat dari perolehan kursi PKB dan rendahnya elektabilitas Cak Imin, maka syarat yang diajukannya untuk bergabung KIB sangat tidak realistis. Cak Imin terkesan sosok yang tak tahu diri dengan beraninya mengajukan persyaratan tersebut.

"Kalau Cak Imin tetap mempersyaratkan hal itu dalam berkoalisi, maka dipastikan tidak akan ada partai yang mau berkoalisi dengan PKB. Cak Imin seharusnya menyadari hal itu, termasuk ketidaklayakannya menjadi capres," tandas mantan dekan Fikom IISIP Jakarta.

Diketahui dalam acara Doa Bersama Ulama dan Habain Untuk Perdamaian Dunia di kawasan Basuki Rahmat, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (22/5/2022) lalu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) berseloroh kalau partainya akan bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) kalau dirinya yang diusung jadi calon presiden (capres). Ragam suara pun muncul dari Golkar, PAN, dan PPP selaku penggagas koalisi tersebut.

Awalnya Cak Imin menyatakan diri siap bergabung ke KIB. Namun dia menentukan syarat kalau dirinya lah yang menjadi capres. "Saya (PKB) siap bergabung asal capresnya saya kan," kata Cak Imin

Cak Imin menilai KIB merupakan gagasan yang bagus dari sejumlah partai. Ia mendoakan, KIB nantinya bisa kompak mengusung capres yang sama.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Jalin Kekuatan Baru, Perpusnas Kolaborasi dengan TNI

Selasa, 9 Agustus 2022 | 22:11 WIB
X