UAS Jawab Tudingan Singapura

- Rabu, 18 Mei 2022 | 21:12 WIB
Ustadz Abdul Somad alias UAS saat tertahan di Imigrasi Singapura.  (instagram @ustadzabdulsomad_official)
Ustadz Abdul Somad alias UAS saat tertahan di Imigrasi Singapura. (instagram @ustadzabdulsomad_official)

 

 
HARIANTERBIT.com - Ustad Abdul Somad (UAS) menjawab tudingan pemerintah Singapura terhadap dirinya. UAS mengatakan hal-hal yang dituduhkan pemerintah Singapura tersebut telah diklarifikasi olehnya. 
 
"Tentang masalah-masalah kontroversial yang pernah ditujukan ke saya semua sudah di klarifikasi. Tinggal ditulis saja di youtube.com klarifikasi UAS. Setelah itu, tulis masalahnya apa," ujarnya dikutip dari kanal Refly Harun di Youtube, Rabu (18/5/2022). 
 
Dai kondang ini menjelaskan khotbahnya tentang bom bunuh diri yang disingguh pihak Kementerian Dalam Negeri Singapura. Dia menyebut hal itu bukan pendapatnya secara pribadi melainkan mengutip pendapat ulama. Saat dakwah terkait itu UAS menyebut hanya menjawab jamaah dalam satu kajian di masjid. 
 
 
"Masalah tentang martir bunuh diri saya selaskan itu konteks di Palestina ketika tentara Palestina tidak punya alat apapun untuk membalas serangan Israel, itu bukan pendapat saya. Saya menjelaskan pendapat ulama," terang dia. 
 
Persoalan salib yang disebut sebagai tempat tinggal jin, UAS menyebut hal itu sesuai dengan hadist Rasulullah.
 
Kemudian mengenai sebutan kafir bagi nonmuslim UAS membela diri. Dia menegaskan hal itu sesuai dengan ajaran agama Islam. 
 
 
"Kafir itu artinya ingkar. Siapa saja yang tidak percaya Nabi Muhammad itu Rasul utusan Allah maka dia kafir. Itu adalah istilah dalam agama-agama kita, masa kita hilangkan istilah-istilah agama itu hanya karena tidak mau orang lain tersinggung," beber dia. 
 
UAS menegaskan tidak akan mengubah pandangan-pandangan yang dijadikan dasar alasan pemerintah Singapura menolak dirinya. 
 
 
"Saya tidak akan pernah berhenti mengajarkan itu. Kalau itu dianggap sebagai ekstrimi, dianggap segregasi maka biarlah semua orang mengatakan itu karena itu bagian dari ajaran agama," tegas UAS
 
Diketahui UAS ditolak masuk ke Singapura oleh imigrasi setempat pada 16 Mei 2022 lalu. Pada 17 Mei Kementerian Dalam Negeri mengemukakan alasannya memberlakukan status not to land terhadap UAS.
 
 
Pemerintah menyebut dai kondang itu dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura.
 
Mereka mencontohkan pernyataan UAS bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi “syahid”. 
 
 
UAS juga disebut membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal 'jin kafir' dan secara terbuka menyebut non-muslim sebagai 'kafir'. ***

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Langkah Pemerintah Hingga Sukses Tangani Pandemi

Jumat, 27 Januari 2023 | 22:10 WIB

Hendra Kurniawan Dituntut 3 Tahun Penjara

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:14 WIB

Kala Gibran Pamer Foto Bareng Maskot Jakarta

Jumat, 27 Januari 2023 | 15:29 WIB

Polri: Terorisme Masih Menjadi Ancaman Pemilu 2024

Jumat, 27 Januari 2023 | 11:11 WIB
X