Ini Kata Dokter soal Pelonggaran Penggunaan Masker di saat Penyebaran Hepatitis Akut

- Rabu, 18 Mei 2022 | 20:51 WIB
Ilustrasi. Suasana di Pasar Inpres Kelapa Gading, Jakarta Utara.  (yulipe)
Ilustrasi. Suasana di Pasar Inpres Kelapa Gading, Jakarta Utara. (yulipe)


HARIANTERBIT.com - Pemerintah melonggarkan aturan pemakaian masker di area terbuka. Meski pandemi Covid-19 terkendali namun angka dugaan kasus hepatitis akut misterius terus meningkat.

Selain melalui saluran pencernaan, hepatitis akut yang belum diketahui etiologinya ini diperkirakan menyebar juga melalui saluran pernafasan. Sehingga salah satu pencegahannya adalah dengan penggunaan masker.

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, dr. Mohammad Syahril mengatakan meski ada pelonggaran itu masyarakat diharapkan tetap memiliki kesadaran diri. Kewaspadaan harus tetap dilakukan oleh masyarakat.
 
Baca Juga: Survei SMRC Ungkap Kepuasan Warga pada Kinerja Jokowi Capai 76,7 Persen

"Walaupun kemarin sudah diumumkan oleh Presiden dengan pelonggaran itu, maka tetap akan ada kewajiban-kewajiban yang harus kita pahami dan harus kita waspadai. Apalagi dengan adanya hepatitis ini yang semuanya masih belum diketahui penyebabnya," katanya saat konferensi pers dikutip dari kanal Kementerian Kesehatan RI di YouTube, Rabu (18/5/2022).

Dr. Syahril meyakini penerapan protokol kesehatan saat masa pandemi Covid-19 membuat masyarakat semakin sadar akan kesehatan.
 
 
Kesadaran yang dimaksud adalah penggunaan masker dalam beraktivitas mampu menjaga dari penyebaran berbagai penyakit, khususnya yang menyebar melalui udara.

Sehingga meski ada kebijakan pelonggaran, masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan yang sudah ada. 
 
Baca Juga: Sepakat Evaluasi Cabor, Marciano Norman Sebut Tak Perlu Cari Kambing Hitam

"Maka pelonggaran itu harus tetap diikuti dengan kewajiban-kewajiban. Contoh kalau di luar pun kalau ada kerumunan atau di tempat-tempat banyak orang maka kita tetap harus pakai masker.  Di transportasi umum kemudian di fasilitas umum sehingga dengan pelonggaran ini berarti bukan berarti kita membiarkan kemungkinan tertularnya penyakit penyakit lain," terang dr Syahril.  

Diketahui kasus dugaan hepatitis akut di Indonesia tercatat ada 14 kasus sampai 17 Mei 2022. 14 Kasus tersebut terdiri dari anak-anak usia 0 sampai 16 tahun. ***

Editor: Yuli Terbit

Artikel Terkait

Terkini

Ini Langkah Pemerintah Hingga Sukses Tangani Pandemi

Jumat, 27 Januari 2023 | 22:10 WIB

Hendra Kurniawan Dituntut 3 Tahun Penjara

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:14 WIB

Kala Gibran Pamer Foto Bareng Maskot Jakarta

Jumat, 27 Januari 2023 | 15:29 WIB

Polri: Terorisme Masih Menjadi Ancaman Pemilu 2024

Jumat, 27 Januari 2023 | 11:11 WIB
X