• Rabu, 17 Agustus 2022

Usai Geledah Ruang Kerja Wali Kota Ambon, KPK Amankan Catatan Aliran Uang

- Rabu, 18 Mei 2022 | 15:30 WIB
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy Menggunakan Rompi  Tahanan KPK (Antara)
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy Menggunakan Rompi Tahanan KPK (Antara)

Jakarta, HanTer - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), rampung melakukan serangkaian upaya paksa penggeledahan di Ambon, Maluku, Selasa (17/5/2022).

Penggeledahan tersebut berkaitan dengan kasus dugaan suap persetujuan izin prinsip pembangunan cabang ritel pada 2020, di Kota Ambon.

Beberapa lokasi yang digeledah adalah ruang kerja Wali Kota Ambon yang kini berstatus tersangka, Richard Louhenapessy (RL); ruang kerja Sekretariat Wali Kota Ambon; ruang kerja Kepala Dinas serta Sekretariat Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan; ruang kerja Kepala Dinas dan staf kantor Dinas Perhubungan. Kemudian, ruang kerja Kepala Dinas dan staf kantor BPKAD; serta beberapa ruangan kerja di kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.

Baca Juga: Tabrak Prinsip Good Governance, Potensi Kerugian Investasi Telkomsel di GOTO Rp881 Miliar, KPK Jangan Diam!

"Tim penyidik telah selesai melaksanakan upaya paksa penggeledahan di beberapa lokasi di wilayah Kota Ambon yang berada di lingkungan perkantoran Pemkot Ambon pada Gedung A, Gedung B, Gedung C, dan Gedung D," ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (18/5/2022).

KPK berhasil mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan perkara ini dalam penggeledahan tersebut. Sejumlah barang yang berhasil diamankan adalah, dokumen catatan aliran keuangan. KPK bakal menganalisa barang-barang tersebut untuk selanjutnya dilakukan penyitaan.

"Pada beberapa lokasi dimaksud, ditemukan dan diamankan berbagai bukti di antaranya sejumlah dokumen terkait keuangan termasuk catatan aliran sejumlah uang dan bukti alat elektronik," jelas dia.

Baca Juga: Pengamat: Nasdem Diprediksi Gabung Koalisi Indonesia Bersatu

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy sebagai tersangka kasus dugaan suap, terkait persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail atau gerai minimarket di wilayahnya. Richard Louhenapessy juga ditetapkan sebagai tersangka penerimaan gratifikasi lainnya.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KLHK Dorong Produsen Perbesar Kemasan Plastik

Rabu, 17 Agustus 2022 | 16:06 WIB

Profil Farel Prayoga Penyanyi Jalanan Goyang Istana

Rabu, 17 Agustus 2022 | 15:09 WIB

Anggota MPR: Sidang Tahunan Kali Ini Terasa Spesial

Selasa, 16 Agustus 2022 | 19:35 WIB
X