• Rabu, 10 Agustus 2022

Hergun : Menghadapi Tantangan Inflasi, Perlu Penguatan Program Perlindungan Sosial

- Selasa, 17 Mei 2022 | 16:32 WIB

Lebih lanjut, dirinya mengapresiasi langkah tidak lelah Presiden Jokowi dalam menarik investasi ke Indonesia. Termasuk baru-baru ini melakukan pertemuan dengan CEO Tesla Inc. Elon Musk di Gigafactory Tesla, Austin, Texas, AS.

"Indonesia mempunyai keunggulan karena memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Menurut data dari United States Geological Survei (USGS) Amerika Serikat, produksi nikel Indonesia mencapai angka 1 juta metrik ton pada tahun 2021 lalu dan dapat dikatakan 37,04% nikel dunia berada di Indonesia," bebernya.

"Selain itu, Indonesia juga mempunyai mangan. Ada empat komponen baterai mobil listrik, yaitu mangan, kobalt, nikel, dan lithium. Tiga di antaranya itu ada di Indonesia," lanjutnya.

Ia berharap dengan keunggulan tersebut mampu menarik Tesla untuk berinvestasi di sektor industri mobil listrik dan komponen utama baterai listrik serta sebagai launching pada Space X di Indonesia. Jika itu terwujud, maka akan menciptakan lapangan kerja bagi rakyat Indonesia. Selain itu, hadirnya mobil yang mengusung baterai ini dapat mengurangi emisi karbon di Indonesia.

"Di sisi lain, mobil listrik hadir dengan komponen sederhana dan tidak serumit mobil berbahan bakar bensin. Kehadiran mobil listrik lambat laun akan mengurangi pekerja mekanik dan toko penjualan suku cadang mobil. Jika ini tidak diantisipasi, maka dalam jangka panjang akan memunculkan pengangguran," katanya.

Mengakhiri pemaparannya, Hergun pun mendukung bila pemerintah mengajukan perubahan postur APBN 2022 untuk menyesuaikan dengan asumsi makro APBN 2022 yang mengalami perubahan, serta untuk mengambil langkah-langkah strategis dengan menjadikan APBN sebagai bantalan menghadapi tantangan inflasi.

Ia pun membeberkan asumsi makro yang mengalami perubahan yaitu harga minyak yang ditetapkan USD63 per barel, telah melonjak di atas USD100 per barel, sehingga perlu penyesuian subsidi energi. Selain itu, tingkat inflasi juga diprediksi akan naik di atas rentang yang ditetapkan.

“Perubahan postur APBN 2022 bisa dilakukan melalui mekanisme APBN-Perubahan (APBN-P) atau mekanisme internal pemerintah seperti dengan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) sebagaimana yang pernah dilakukan pada 2020,” bebernya.

*“Namun, pemerintah juga perlu lebih optimal dalam merealiasasikan belanjanya agar memberikan kontribusi positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena sangat disayangkan, kinerja belanja pemerintah pada kuartal 1-2022 masih melambat -7,74% (yoy). Komponen PDB lainnya tumbuh positif hanya belanja pemerintah yang melemah. Hal tersebut tentunya kontradiktif dengan upaya pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya. 

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Jalin Kekuatan Baru, Perpusnas Kolaborasi dengan TNI

Selasa, 9 Agustus 2022 | 22:11 WIB
X