• Kamis, 29 September 2022

Nasib Jokowi: Kepuasan Publik Menurun, Ditinggal Partai Pendukung

- Senin, 16 Mei 2022 | 07:31 WIB
Presoden Jokowi saat kemah di titik nol IKN Nusantara (instagram @jokowi)
Presoden Jokowi saat kemah di titik nol IKN Nusantara (instagram @jokowi)

HARIANTERBIT.com - Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di titik terendah dalam enam tahun terakhir.

Ini dimungkinkan akan terus terjadi terlebih jelang pemilu. Jokowi juga mulai ditinggal partai politik pendukungnya. 

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Gajah Mada, Dr. Zainal Arifin mengatakan pemerintahan Jokowi berpotensi terganggu karena mesin-mesin partai politik sudah mulai dinyalakan. Hal itu berdampak karena beberapa menteri di kabinet berasal dari parpol. 
 
 
"Partai-partai atau tokoh partai yang ada di pembantu presiden mengalami fragmentasi atau dualisme. Ini yang terjadi menurut saya di beberapa menteri yang sudah duluan kampanye pribadi. Dan gejala fragmentasi itu akan makin tinggi," katanya dalam rilis survei melalui kanal Indikator Politik Indonesia di YouTube, Minggu (15/5/2022). 
 
Dia melihat tanda tersebut terlihat saat Jokowi melalui Kantor Staf Presiden (KSP) menyentil beberapa menteri yang bermanuver jelang Pemilu 2024.
 
 
Dukungan terhadap Presiden dari partai-partai juga dipandang melemah. Menurutnya terdapat indikasi partai-partai politik mulai meninggalkan Jokowi.
 
"Kalau benar ini ya, cerita yang ada di media pengambilalihan Golkar oleh seorang pejabat yang itu adalah orang kepercayaan Jokowi, maka gejala Airlangga Hartarto harus ke mana, harus segera ketemu dengan AHY, dengan PPP dan lain sebagainya. Itu menurut saya gejala yang memperlihatkan bahwa partai-partai siap berhadapan dengan kepentingan yang mau dibangun Pak Presiden atau orang-orang di sekitaran Pak Presiden," bebernya. 
 
 
Zainal menambahkan penurunan dukungan seperti itu lazim terjadi di akhir periode kepemimpinan yang sudah tidak dapat lagi menjabat.
 
Pasalnya parpol lebih fokus untuk memikirkan nasibnya masing-masing untuk periode selanjutnya. 
 
 
"Maka partai akan sangat mungkin untuk memikirkan partainya di periode berikutnya. Sehingga dia tidak lagi memberi pay attention banyak kepada kerja-kerja yang harusnya dia lakukan. Dan itulah pertaruhan yang harus dilakukan Pak Jokowi karena dia mengangkat kebanyakan orang politik di dalam konteks kementriannya," jelas Zainal. 
 
 
Sebelumnya hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi sebagai Presiden di angka 58,1 persen.
 
Ini merupakan tingkat kepuasan terendah sejak 2016. Terakhir tingkat kepuasan terendah terjadi pada Desember 2015 dengan angka 53 persen.***
 

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KN Pulau Dana-323 Tiba di Darwin Australia

Rabu, 28 September 2022 | 22:05 WIB
X