• Kamis, 26 Mei 2022

Partai Buruh Ingin Negara Bayar Pengangguran

- Minggu, 15 Mei 2022 | 07:59 WIB
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menginginkan negara membayar pengangguran.  (ikbal muqorobin)
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menginginkan negara membayar pengangguran. (ikbal muqorobin)
 
HARIANTERBIT.com - Partai Buruh ingin pengangguran di Indonesia dibayar. Tidak hanya itu mereka mau rakyat miskin diberi jaminan uang sebesar Rp500 ribu setiap bulan. 
 
Partai Buruh merupakan partai baru yang mewakili kelas pekerja. Partai pimpinan Said Iqbal ini menginginkan tambahan lima item dari program jaminan sosial yang sudah ada. 
 
Pertama adalah jaminan makanan. Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengatakan tidak boleh ada orang kelaparan di negeri yang kaya. Karena itu mereka ingin agar sebanyak 30 juta orang miskin mendapatkan uang Rp500 ribu dari negara setiap bulan. 
 
 
"Rp500 ribu perorang nanti masuk ke ATM seperti JKP. Tidak bisa diuangkan. Jadi kalau beli beras gesek. Nanti dibikin store-storenya," katanya dalam konferensi pers May Day Fiesta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (14/5/2022). 
 
Dia menyebut negara seperti Brazil, Chile dan Australia sudah menerapkan program tersebut. Pendanaan jaminan itu diambil dari APBN. Menurutnya hanya butuh 180 triliun untuk menjalankan program tersebut. 
 
 
Jaminan yang lain adalah jaminan pendidikan. Partai Buruh disebut akan memperjuangkan pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi.
 
Targetnya setiap tahun ada 50.000 pelajar mendapatkan jaminan pendidikan gratis untuk belajar di universitas dalam dan luar negeri. 
 
Jaminan sosial selanjutnya adalah jaminan perumahan dengan harga murah. 
 
 
"30 Persen harga rumah tanpa DP. Cicilan hanya 1/3 dari pesangon yang diterima. Bisa. Orang ini negara kaya kok. Jangan real estate. Gunakan perumnas. Jaman Pak Harto Bisa kenapa sekarang nggak bisa. APBN kita 10 kali lipat dari zamannya Soeharto. Masa gak bisa,"  tandasnya. 
 
Kemudian, lanjut Iqbal, Partai Buruh akan memberikan jaminan air bersih. Dia berkaca pada kelangkaan air bersih di Jakarta Utara. Menurutnya harga satu liter air bersih di Jakarta Utara lebih mahal dari satu liter harga BBM. 
 
 
Yang terakhir adalah jaminan bagi pengangguran. Iqbal menganggap negara perlu membayar pengangguran. Pasalnya negara sudah mendapatkan keuntungan dari pajak yang dibayar selama mereka bekerja sebelumnya. 
 
"Kita kalau nganggur negara bayar. Karena saat kita bekerja, bayar pajak. Pajak itu harus disisihkan oleh negara dan pengusaha dari sisi keuntungan perusahaan untuk namanya redistribusi kekayaan yang merata, dalam bentuk kalau kita nganggur, dibayar," beber Iqbal. 
 
 
Dia menandaskan bahwa program-program jaminan sosial tersebut akan terlaksana jika Partai Buruh menang dalam Pemilu 2024 mendatang. ***

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ngeri, Gelombang 4 Meter Teror NTT

Kamis, 26 Mei 2022 | 13:38 WIB

Banjir Rob Masih Genangi Semarang

Kamis, 26 Mei 2022 | 13:35 WIB
X