• Kamis, 26 Mei 2022

Agar Tercipta Rasa Keadilan, Zecky Alatas Cs Minta JPU Tinjau Status Direksi Askrindo

- Jumat, 13 Mei 2022 | 15:53 WIB
Zecky Alatas (ketiga dari kiri) (dok)
Zecky Alatas (ketiga dari kiri) (dok)



Jakarta, HanTer - Komisaris PT Askrindo Mitra Utama (AMU), Anton Fajar Siregar (AFS) telah menjalani sidang lanjutan kasus dugaan korupsi di anak usaha milik PT Askrindo di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2022).

Sidang beragenda eksepsi atau keberatan ini, tim kuasa hukum terdakwa AFS ini meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar para Direksi PT Askrindo lainnya dinaikkan statusnya.

"Kepala Wilayah (pimpinan wilayah) dan Kepala Cabang (Pimpinan Cabang) PT Askrindo yang telah terbukti menerima dana operasional dan tidak mengembalikan serta menikmati dana operasional tersebut untuk dijadikan tersangka atau terdakwa agar tidak terjadi tebang pilih dalam pidana korupsi (Equality Before The Law)," kata kuasa hukum Anton Fajar Siregar, Zecky Alatas Cs Law kepada awak media.

Baca Juga: Sambut HUT ke-42, Perpustakaan Nasional Mulai Andalkan Konten Kreator

Berdasarkan hal tersebut diatas, tim penasihat hukum terdakwa memohon dengan segala hormat kepada majelis hakim PN Negeri Jakarta Pusat, kiranya berkenan memutuskan putusan sela terkait eksepsi terdakwa yang amarnya ini.

“Menerima dan mengabulkan eksepsi atau keberatan penasihat hukum terdakwa seluruhnya, menyatakan pengadilan tipikor Jakarta Pusat tidak berwenang mengadili perkara Drs Anton Fajar Siregar serta menyatakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum batal demi hukum," paparnya.

Zecky menambahkan bahwa eksepsi atau keberatan ini disampaikan bukan karena pihaknya merasa lebih hebat atau profesional dari penuntut umum melainkan agar adanya hukum tercipta dari rasa keadilan.

Baca Juga: Harus Ada Perubahan, Syahganda: Perlawanan terhadap Islamopobhia & Oligarki Harus Berhasil Tahun Ini

"Eksepsi ini sepenuhnya agar perkara ini terang benderang dan adanya rasa keadilan bagi para terdakwa. Kami sebagai penasihat hukum terdakwa untuk melihat perkara ini secara utuh dan tanpa prasangka," tegasnya.

Bahwa Anton Fajar sebagai terdakwa penuh ada rekayasa mengingat status terdakwa bukan sebagai direktur utama pada PT Askrindo Mitra Utama justru yang sangat berperan penting yakni PT Askrindo kantor pusat Sdr Dwi Agus dan sdr Saifi Zein.

Halaman:

Editor: Romi Terbit

Tags

Terkini

Ngeri, Gelombang 4 Meter Teror NTT

Kamis, 26 Mei 2022 | 13:38 WIB

Banjir Rob Masih Genangi Semarang

Kamis, 26 Mei 2022 | 13:35 WIB
X