• Rabu, 29 Juni 2022

Sambut HUT ke-42, Perpustakaan Nasional Mulai Andalkan Konten Kreator

- Jumat, 13 Mei 2022 | 15:04 WIB
Muhammad Syarif Bando (kedua dari kanan) (rom)
Muhammad Syarif Bando (kedua dari kanan) (rom)

 

 
Jakarta, HanTer – Tak terasa, sebentar lagi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI akan genap berusia 42 tahun. Ulang tahun ini dirayakan tepat pada 17 Mei, dimana pada tanggal yang sama juga, Indonesia memperingati Hari Buku Nasional.

Di usia yang matang ini, Perpusnas mengusung tema "Transformasi Perpustakaan untuk Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional", sebuah tagline yang sangat tepat untuk menghadapi revolusi industri 4.0, dimana dalam beberapa tahun belakangan ini, Perpusnas dan seluruh unit perpustakaan di Indonesia yang berada dibawah naungannya, terus bersinergi dengan segala perubahan yang ada di masyarakat.

Baca Juga: Eza Gionino & Ririn Dwi Ariyanti Terlibat Skandal Cinta Segitiga di SCTV

“Sejauh ini Perpustakaan sebagai sarana untuk penyediaan sumber belajar sepanjang hayat dan berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dituntut memiliki pembangunan kapasitas, rancangan dan interaktivitas, serta perubahan pola piker. Kita juga sudah menyiapkan sejumlah konten kreator,” kata Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, di Gedung Perpusnas Jakarta, Lantai 24, Jumat, (13/5/2022).

Dalam paparannya, Kepala Perpusnas menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua orang yang dikenal ataupun tidak dikenal namanya, yang sudah mencatatkan dan menulis hal-hal baik dalam lingkup sejarah dan perkembangan peradaban manusia di negara ini, sebabagai warisan tak ternilai yang kini menjadi koleksi utama Perpusnas dalam melakukan literasi ke masyarakat.

Baca Juga: Razia Masker, Anak Sekolah Terjaring di Cempaka Putih

"Inovasi pemikiran jauh lebih dahsyat daripada perang fisik. Tanpa bahan bacaan yang kuat, kita tidak akan punya kekuatan berpikir. Maka pada perayaan HUT ke-42 ini, Perpusnas ingin mengajak semua pihak untuk bisa menyediakan bahan bacaan," terangnya.
Ia sangat meyakini bahwa budaya baca menjadi akar kreativitas dan inovasi. Karena menurutnya, tak ada satupun teori yang dapat menginjeksi otak manusia untuk menjadi cerdas. Caranya, hanyalah dengan membaca.

"Saat ini, Perpusnas banyak menyediakan ilmu terapan berupa tutorial, yang dibuat dalam aplikasi, lalu di-share," jelasnya.

Halaman:

Editor: Romi Terbit

Tags

Terkini

Kasus Impor Baja, Kejagung Periksa 3 Saksi

Selasa, 28 Juni 2022 | 22:05 WIB
X