• Sabtu, 13 Agustus 2022

Bamsoet Optimistis Indonesia Masuk Peringkat 5 Kekuatan Ekonomi Dunia

- Selasa, 10 Mei 2022 | 23:30 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat membuka Seminar dan Uji Kompetensi Olahraga Kendaraan Bermotor yang diselenggarakan IMI, secara virtual dari Jakarta, Senin (28/3/22).
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat membuka Seminar dan Uji Kompetensi Olahraga Kendaraan Bermotor yang diselenggarakan IMI, secara virtual dari Jakarta, Senin (28/3/22).

Seoul, HanTer - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meyakini prediksi portal Statista yang menjadi rujukan berbagai lembaga riset dan lembaga pemerintah dunia, bahwa pada tahun 2024 nanti kekuatan ekonomi Indonesia akan menjadi peringkat ke-5 dunia, setelah China, Amerika Serikat, India, dan Jepang, akan benar-benar terwujud. Bukan sekadar menjadi prediksi kajian yang berakhir di atas kertas saja.

"Kajian Statista tersebut digunakan menggunakan berbagai indikator ekonomi yang bersumber dari International Monetary Fund (IMF), antara lain purchasing power parity dan international dollars. Sehingga akurasinya sangat terpercaya. Namun bukan berarti kita lantas berpuas diri. Karena untuk mewujudkan prediksi tersebut, perlu kerja keras dari semua pihak, baik dari pemerintah, dunia usaha dan juga masyarakat luas, dengan didukung kondusifitas dan stabilitas politik dalam negeri yang terjaga dengan baik," ujar Bamsoet dari Seoul, Korea, Senin (9/5/2022).

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, prediksi Statista menempatkan Indonesia di peringkat ke-5 ekonomi dunia bukanlah tanpa perhitungan yang matang. Sebagai gambaran, pagi tadi (9/5/22) Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q1-2022 sebesar 5,01 persen secara year on year (YoY). Meningkat dibandingkan Q1-2021 yang terkontraksi minus 0,70 persen.

Baca Juga: Airlangga Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tetap Tinggi Sepanjang 2022

"BPS juga mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai USD 9,33 miliar. Sementara nilai PDB atas dasar harga berlaku sebesar Rp 4,513 triliun, dan nilai PDB atas dasar harga konstan adalah sebesar Rp 2,819 triliun," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, salah satu faktor kekuatan ekonomi Indonesia disebabkan karena konsumsi rumah tangga yang sudah membaik sebagai buah keberhasilan dari upaya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat.

Tidak hanya itu, terputusnya mata rantai penyebaran virus Covid-19 juga telah mengembalikan kepercayaan investor terhadap Indonesia. Terlihat dari pulihnya kredit perbankan dan kinerja PMA/PMDB yang stabil selama masa pandemi.

"Indikator lainnya bisa dilihat dari penilaian lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) yang melaporkan terjadinya peningkatan outlook Indonesia dari negatif menjadi stabil dan mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB (Investment Grade) pada 27 April 2022. Outlook yang stabil merupakan pengakuan atas peningkatan sektor eksternal Indonesia, pemulihan ekonomi Indonesia yang akan berlanjut selama dua tahun kedepan, dan kemajuan bertahap menuju konsolidasi fiskal Pemerintah. Sementara peringkat BBB didasarkan pada prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid dan dinamika kebijakan yang berorientasi masa depan," terang Bamsoet.

Baca Juga: Sebelum Didukung Partai Lain, Ganjar Harus Hadapi Puan Maharani Dulu

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Deolipa Yumara ungkap Kode-kode dengan Bharada E

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 17:03 WIB

Prabowo Maju Jadi di Pilpres 2024

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 06:23 WIB

Istri Ferdy Sambo Belum Siap Diperiksa Komnas HAM

Jumat, 12 Agustus 2022 | 14:01 WIB
X