• Minggu, 25 September 2022

Kemenkes Keluarkan SE Siaga Kasus Hepatitis

- Kamis, 5 Mei 2022 | 13:44 WIB
Ilustrasi (unsplash)
Ilustrasi (unsplash)

"Kami kerjakan pengokohan surveylans lewat lintasi program dan lintasi bidang, agar selekasnya dilaksanakan perlakuan jika diketemukan kasus sindrom jaundice kronis atau yang mempunyai beberapa ciri seperti tanda-tanda hepatitis," sebut Nadia, diambil dari situs sah Kemenkes, Kamis (5/5/2022).

Kesiagaan itu bertambah sesudah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta dengan sangkaan hepatitis kronis yang belum dijumpai pemicunya wafat, dalam waktu yang lain dengan bentang dua pekan terakhir sampai 30 April 2022.

Baca Juga: Selalu Dinanti Puan, Ini Resep Rendang Ayam yang Dibuat Megawati Tiap Lebaran

Ke-3 pasien ini sebagai referensi dari rumah sakit yang ada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Tanda-tanda yang diketemukan pada beberapa pasien ini ialah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan pengurangan kesadaran.

Nadia memperjelas, Kemenkes lakukan interograsi pemicu peristiwa hepatitis kronis ini lewat pengecekan panel virus selengkapnya. Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta melakukan penyidikan pandemiologi selanjutnya

"Selama saat interograsi, kami menghimbau warga untuk waspada dan masih tetap tenang. Bertindak penangkalan seperti membersihkan tangan, pastikan makanan pada kondisi masak dan bersih, tidak berganti-gantian alat makan, menghindar contact sama orang sakit dan masih tetap melakukan prosedur kesehatan," tutur Nadia.

Nadia minta, bila ada anak-anak yang mempunyai tanda-tanda kuning, sakit di perut, muntah-muntah dan diare tiba-tiba, buang air kecil warna teh tua, bab warna pucat, kejang, pengurangan kesadaran supaya selekasnya dibawa ke fasyankes paling dekat.

Untuk dipahami, WHO pertama kalinya terima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya berkenaan sepuluh kasus hepatitis kronis yang tidak dikenali etiologinya pada anak-anak umur 11 bulan-5 tahun pada masa Januari sampai Maret 2022 di Skotlandia tengah. Sejak dengan cara resmi dipublikasi sebagai KLB oleh WHO, jumlah laporan semakin bertambah. Terdaftar lebih dari 170 kasus disampaikan oleh lebih dari 12 negara

Range kasus terjadi pada anak umur 1 bulan s/d 16 tahun. Tujuh belas anak salah satunya atau 10 % membutuhkan transplantasi hati dan satu kasus disampaikan wafat. Tanda-tanda medis pada kasus yang terdeteksi ialah hepatitis kronis dengan kenaikan enzim hati, sindrom jaundice (penyakit kuning) kronis, dan tanda-tanda gastrointestinal (ngilu abdomen, diare, dan muntah-muntah). Mayoritas kasus tidak diketemukan ada tanda-tanda demam.

Pemicu dari penyakit itu belum juga dijumpai. Adapun pengecekan laboratorium di luar negeri sudah dilaksanakan dan virus hepatitis type A, B, C, D dan E tidak diketemukan sebagai pemicu dari penyakit itu.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BPH Migas Minta Warga Mampu Ubah Perilaku Konsumsi BBM

Jumat, 23 September 2022 | 18:53 WIB

Ulama 212 minta Connie Bakrie Berhenti Menyudutkan TNI

Jumat, 23 September 2022 | 16:16 WIB
X