• Selasa, 6 Desember 2022

Mensos Beberkan Inovasi Pemberdayaan Kelompok Rentan

- Rabu, 30 Maret 2022 | 11:15 WIB
Mensos Tri Rismaharini
Mensos Tri Rismaharini

Jakarta, HanTer- Pemerintah mengembangkan program kewirausahaan untuk kelompok rentan terdampak pandemi. Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam keterangan, Selasa (29/3/2022).

Ia menuturkan, pandemi telah memukul semua sektor di tanah air, termasuk kelompok miskin dan rentan. Untuk mendukung kelompok rentan tersebut, pemerintah meluncurkan program kesejahteraan sosial secara intensif.

“Bantuan sosial tunai itu Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 10 juta penerima manfaat, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk 18,8 juta penerima manfaat. Tahun 2021 nilai bantuan sekitar Rp105 triliun (atau US$ 7,5 juta),” bebernya.

Selain itu, lanjut Risma, ada program afirmatif khusus untuk mendukung kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, dan yatim piatu. “Untuk anak yatim piatu kehilangan orangtua karena Covid-19 pemerintah meluncurkan program yang mendukung pendidikan dan kebutuhan sehari-hari mereka,” katanya.

Baca Juga: Galang Dukungan, Sahabat Ganjar Gaet Generasi Z

Menurut dia, ada tantangan besar dalam penyelenggaraan program kesejahteraan sosial, yakni luasnya wilayah tanah air yang terdiri dari 16.772 pulau. Dengan kondisi demikian, penyaluran bantuan sosial (bansos) sangat mengandalkan keunggulan dalam pengelolaan data.

“Pengelolaan data menjadi prioritas pertama saya ketika ditugaskan di Kementerian Sosial, Desember 2020 lalu. Perubahan besar dalam manajemen data diberlakukan dengan tujuan untuk memastikan penerima yang tepat dan waktu distribusi yang cepat,” terangnya.

Kemensos memulai melakukan verivali data penerima di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Pada awal tahun 2021, dilakukan pemadanan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan Data Kependudukan yang dikelola Kemendagri.

“Setiap bulannya dilakukan pencocokan data, verivali data yang lebih sering untuk mengakomodasi dinamika pergeseran demografis dan geografis penerima bantuan,” ujarnya.

Dikatakan Risma, pemberdayaan penyandang disabilitas Kemensos memberikan pekerjaan di balai dan loka. Mereka membuat alat bantu sesuai kebutuhan spesifik dan mendapat upah. Sehingga membantu mereka keluar dari garis kemiskinan sesuai standar Bank Dunia sebesar USD 1,9 per hari.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Pemerintah dan DPR Sahkan RUU KUHP jadi Undang-undang

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:55 WIB

Penjualan Pulau Perbuatan Nista, Mengancam NKRI

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:30 WIB

Relawan Perubahan Sumbar Dukung Anies Sebagai Capres

Senin, 5 Desember 2022 | 23:10 WIB
X