• Selasa, 6 Desember 2022

MAKI Endus 23 Kontainer Migor Diseludupkan Keluar Negeri

- Jumat, 18 Maret 2022 | 14:03 WIB
Aktivitas Pelabuhan
Aktivitas Pelabuhan

Jakarta, HanTer - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengendus dugaan penyeludupan minyak goreng (migor) keluar negeri. Jumlah migor yang diseludupkan sangat fantastis yakni 23 kontainer dengan nilai mencapai sekitar Rp10 miliar lebih. Saat ini MAKI telah melaporkan ekspor ilegal migor tersebut ke Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

"Kamis (16/3/2022) ini, kami melaporkan dugaan penyeludupan migor keluar negeri itu melalui sarana online Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta," ujar Koordinator MAKI, Boyamin Saiman dalam pesannya kepada Harian Terbit, Jumat (17/3/2022).

Boyamin menuturkan, dalam laporannya disertakan juga data berupa foto barang minyak goreng yang dalam dokumen ekspor diduga tertulis sebagai sayuran. Diduga dokumen sayuran tersebut sebagai modus untuk mengelabui aparat Bea Cukai dikarenakan eksportir tersebut tidak memiliki kuota ekspor minyak goreng.

Baca Juga: Pos Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 123/Rajawali Dikunjungi Pangdam XVII/Cenderawasih

"Data ini diserahkan kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sebagai bentuk memperkuat Penyelidikan oleh Pidsus Kejati DKI Jakarta yang telah dimulai sejak, Selasa (15/3/2022 ). Dengan tambahan data ini, semoga Kejati DKI Jakarta segera meningkatkan Penyelidikan ke tahap Penyidikan sekaligus menetapkan Tersangka," tandasnya.

Boyamin menegaskan, Laporan ke Kejati DKI ini untuk memperkuat laporan MAKI kepada Kejaksaan Agung pada tanggal 13 Marer 2022. Laporan ke Kejagung adalah terhadap eksportir CPO (bahan minyak goreng). Sedangkan ke Kejati adalah eksportir minyak goreng.

"Pemain Besar jatah Kejagung, Pemain Menengah jatahnya Kejati DKI Jakarta.
MAKI akan tetap mengawal kasus ini dan akan melakukan gugatan Praperadilan jika prosesnya lamban atau mangkrak," tegasnya.

Boyamin mengungkapkan, dugaan penyelundupan ini melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebanyak 23 kontainer telah lepas terkirim ke luar negeri dan hanya tersisa 1 kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok.

Boyamin memaparkan, eksportir ilegal memperoleh barang minyak goreng dengan cara membeli barang suplai dalam negeri dari pedagang besar dan atau produsen yang semestinya dijual kepada masyarakat dalam negeri. Namun nyatanya dijual keluar negeri sehingga berpengaruh atas kelangkaan dan mahalnya minyak goreng dalam negeri.

"Ekportir ilegal memperoleh minyak goreng dari pasar dalam negeri dengan harga murah dan ketika menjual ke luar negeri dengan harga mahal sekitar 3 hinga 4 kali harga dalam negeri," paparnya.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Pemerintah dan DPR Sahkan RUU KUHP jadi Undang-undang

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:55 WIB

Penjualan Pulau Perbuatan Nista, Mengancam NKRI

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:30 WIB

Relawan Perubahan Sumbar Dukung Anies Sebagai Capres

Senin, 5 Desember 2022 | 23:10 WIB
X