• Jumat, 7 Oktober 2022

Oligarki Ketar-ketir Saat Jokowi Lengser

- Kamis, 17 Maret 2022 | 10:34 WIB
Presiden Joko Widodo. (youtube sekretariat presiden)
Presiden Joko Widodo. (youtube sekretariat presiden)

Jakarta, HanTer - Pakar ekonomi Anthony Budiman mengatakan, para oligarki akan ketar-ketir tidak ada yang melindungi jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) lengser pada 2 tahun lagi. Diduga kuat para oligarki akan berusaha menjaga agar kekuasaannya bisa bertahan. Anthony pun khawatir Presiden Jokowi akan diremehkan rakyatnya sendiri jika tidak tegas tentang wacana penundaan Pemilu.

"Mereka (oligarki) bertanya-tanya 2 tahun ini akan cepat, siapa yang bisa melindungi saya nanti? Apakah saya tidak akan terjerat lagi,” kata Anthony dalam diskusi virtual Forum Tebet, bertemakan Menguak Motif di Balik Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Rabu (16/3/2022).

Anthony mengatakan, oligarki yang memiliki dosa di negara ini akan ketakutan, karena Jokowi bakal lengser dua tahun lagi. Lengsernya Jokowi itu membuat para oligarki harus memutar otak untuk mengamankan asetnya yang selama ini tidak terendus aparat.

“Mereka yang mempunyai dosa akan berpikir saya akan menjaga kekuasaan saya supaya jangan direbut supaya saya bisa tetap mengamankan,” imbuhnya.

Dia mengurai, banyak pandangan masyarakat yang menengarai pemerintahan Jokowi terkesan melindungi kaum oligarki di lingkaran kekuasaan. “Itulah perspektif-perspektif dari publik sehingga dibilang Jokowi berusaha untuk melindungi dan takut, tetapi kebijakan panik dan kalap ini menciptakan kebijakan blunder,” katanya.

Blunder

Menurutnya, adanya wacana penundaan Pemilu 2024 merupakan hal yang blunder yang seharusnya tidak didengungkan pemerintah. Apalagi, wacana penundaan Pemilu tidak menguntungkan masyarakat. Seharusnya, sebagai pemimpin yang akan habis masa jabatannya, Jokowi bisa memberikan legacy berupa demokrasi yang baik untuk rakyat.

Anthony menyayangkan sikap Jokowi yang terkesan lembek terhadap wacana penundaan Pemilu. “Demokrasi ini jangan diacak-acak, anda dua periode selesai saya berterima kasih. Tidak ada yang mau demokrasi diperkosa dan ini kebijakan blunder,” tandasnya.

Sementara itu, pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jakarta, M. Jamiluddin Ritonga menilai, Presiden Jokowi tidak akan secara terbuka bersikap berbeda dengan PDIP, khususnya Megawati Soekarnoputri. Oleh karena itu Presiden Jokowi akan terus menjawab penundaan Pemilu 2024 secara normatif.

"Jokowi akan bilang patuh dengan konstitusi. Jawaban normatif itu akan membuat ketidakpastian terkait penundaan pemilu 2024. Dengan begitu, masyarakat tidak mengetahui sikap Presiden yang sesungguhnya," ujar Jamiluddin kepada Harian Terbit, Rabu (16/3/2022).

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Kasad Jenguk Korban Peristiwa Kanjuruhan Malang

Kamis, 6 Oktober 2022 | 16:45 WIB
X