• Jumat, 19 Agustus 2022

Korupsi TPPU Nurhadi, KAKI Minta KPK Periksa Jimmy Sugiarto

anu
- Selasa, 25 Januari 2022 | 23:03 WIB
 Ahmad Fikri Sekertaris Jendral Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) 
Ahmad Fikri Sekertaris Jendral Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) 

Jakarta, HanTer - Guna melakukan penyidikan pengunaan uang suap dari narapidana yaitu mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, menurut Sekjen Ahmad Fikri Sekertaris Jendral Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI)  mengungkapkan bahwa posisi kasus mantan Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, masing-masing sudah dijatuhi hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. 

Keduanya dinyatakan bersalah dalam kasus suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di MA.

“Menyatakan terdakwa I Nurhadi dan terdakwa II Rezky Herbiyono telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan beberapa kali secara terus menerus sebagai perbuatan yang dilanjutkan,” kata Fikri dalam keterangan tertulis, Selasa (25/1/2022).

Dalam kasus ini, Nurhadi dan Rezky dinyatakan menerima suap sebesar Rp35,726 miliar dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) 2014-2016 Hiendra Soenjoto terkait kepengurusan dua perkara Hiendra.

Selain itu, keduanya juga terbukti menerima gratifikasi sebanyak Rp13,787 miliar dari sejumlah pihak yang berperkara, baik di tingkat pertama, banding, kasasi, maupun peninjauan kembali.

Menurut Fikri, Nurhadi dan menantunya terbukti menerima suap dan gratifikasi penanganan perkara di lingkungan MA sepanjang 2011-2016 sebesar Rp49 miliar. Uang tersebut dipakai untuk berbagai hal, dari mulai membeli lahan sawit, tas Hermes, jam tangan, mobil Land  Cruiser, Lexus, Alphard, membayar utang, berwisata ke luar negeri, ditukar dengan mata uang asing, hingga menyewa rumah merenovasi rumah.

Lanjut Fikri, dugaan aliran uang hasil suap gratifikasi kepada Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, bahwa dari penelusuran yang kami dapati bahwa ada dugaan kuat dana hasil suap gratifikasi kepada mantan Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono, diduga mengalir kepada Jimmy Sugiarto Sie dengan dalih untuk penyewaan rumah tinggal yang terletak The Abbey Kemang Jakarta Selatan di Blok /unit 18 B. 

"Pada kurun waktu tahun 2016-2017 bahwa ada bukti pembayaran dilakukan dengan mata uang Singapura, yang kemudian dikonversi ke mata uang rupiah dan dikirim/ditransfer ke rekening Bank BCA atas nama Jimmy Sugiarto Sie dengan nomor Rek 458-3004586. Patut diduga ini adalah bagian dari tindak pidana pencucian uang, yang dilakukan oleh mantan Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, dari hasil uang kejahatannya 

Tak hanya itu, legal posisi netralisasi pelaku pasif dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU), pelaku utama atau pelaku aktif umumnya melibatkan pihak lain untuk melancarkan aksinya. Dikarenakan tujuan utama dari tindakan tersebut adalah menyembunyikan hasil dari tindak pidana.

Halaman:

Editor: anu

Tags

Terkini

KPK Amankan Dokumen Perusahaan Mardani Maming

Jumat, 19 Agustus 2022 | 15:11 WIB

Polisi Tangkap Enam Pelaku Begal Sadis

Jumat, 19 Agustus 2022 | 11:23 WIB

Pengamat: Rakyat Hormati Pemimpin Jujur

Jumat, 19 Agustus 2022 | 11:21 WIB

Polisi Ungkap Kasus Penipuan via Aplikasi MT4 UGAM

Kamis, 18 Agustus 2022 | 20:52 WIB
X