• Kamis, 1 Desember 2022

Premanisme Berkedok Agama Masih Hantui Proses Penegakan Hukum di Tanah Air

anu
- Sabtu, 1 Januari 2022 | 14:25 WIB
Direktur Eksekutif Strategi Institute, Anthony Danar
Direktur Eksekutif Strategi Institute, Anthony Danar

Jakarta, HanTer - Direktur Eksekutif Strategi Institute, Anthony Danar mengatakan penegakan hukum di Tanah Air belakangan disebutnya diganggu oleh aksi premanisme. Salah satu aksi premanisme berkedok agama.

"Seperti yang baru kita saksikan, saat ada proses hukum yang tengah dijalankan, ada saja aksi premanisme berkedok agama berupaya menghalangi proses itu," ujar Anthony ketika menyampaikan sejumlah catatan akhir tahun 2021 terkait penegakan hukum di Tanah Air, dikutip wartawan, Sabtu (1/1). 

Anthony menunjuk kasus framing sesat terkait Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang viral di media sosial beberapa waktu lalu. 

Padahal, SPDP yang dihantarkan oleh tim penyidik Polda Jawa Barat (Jabar) kepada Bahar bin Smith merupakan serangkaian proses hukum dalam dugaan kasus ujaran kebencian. Namun, kata Anthony, ada pihak-pihak yang berupaya mengganggu jalannya proses hukum.

"Ya, itu kan bagian dari proses hukum. Kenapa harus ada kesan seolah diframing polisi menyambangi rumah si HBS itu, jelas ada upaya menganggu penegakan hukum," terangnya.

Karenanya, Anthony menegaskan, penegakan hukum di Indonesia, kerap kali diganggu oleh aksi premanisme. Baik premanisme dalam bentuk intimidasi atau ancaman di dunia nyata, serta framing media sosial yang berupaya menggagalkan proses penegakan hukum.

"Cukup sudah penegakan hukum diganggu premanisme, 2022 jangan ada lagi tindakan premanisme menganggu proses-proses penegakan hukum," pungkas Anthony.

Editor: anu

Tags

Terkini

Jokowi Diminta Lakukan Reshuflle Kabinet

Rabu, 30 November 2022 | 23:49 WIB

DPR Akan Tetap Sahkan RKUHP Meski Mendapat Penolakan

Rabu, 30 November 2022 | 23:43 WIB
X