• Rabu, 28 September 2022

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Perpusnas Raih Predikat Terbaik II

- Kamis, 2 Desember 2021 | 20:10 WIB
Sekretaris Utama Perpusnas, Woro Titi Haryanti & Menkumham, Yasonna H. Laoly/ ist
Sekretaris Utama Perpusnas, Woro Titi Haryanti & Menkumham, Yasonna H. Laoly/ ist

Jakarta, HanTer - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI meraih penghargaan sebagai salah satu Anggota Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) Terbaik tahun 2021.

Perpusnas meraih predikat Terbaik II untuk Kategori Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dalam ajang bertajuk JDIHN Awards Tahun 2021. JDIHN Awards merupakan pemberian penghargaan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) kepada anggota terbaik JDIHN atas kinerja dalam pengelolaan JDIH di institusi masing-masing.

Sekretaris Utama Perpusnas, Woro Titi Haryanti, mengucap rasa syukur atas prestasi yang diraih pihaknya dalam bidang pengelolaan JDIH. Woro berharap pada tahun yang akan datang, kinerja JDIH Perpusnas semakin meningkat dan mampu menghasilkan inovasi.

“Alhamdulillah, Perpustakaan Nasional mendapatkan penghargaan juara kedua terbaik bidang pengelolaan JDIH dari Kementerian Hukum dan HAM. Kami harap tahun depan kinerja dan inovasi JDIH Perpusnas akan meningkat dan lebih maju lagi,” ucap Woro.

-

Adapun inovasi yang telah JDIH Perpusnas lakukan pada tahun 2021 di antaranya, mengunggah seluruh abstrak peraturan Perpusnas, melakukan interoperabilitas untuk pengembangan dokumen hukum sejumlah 31.423 artikel hukum dan 1.522 buku hukum, mengintegrasikan layanan perpustakaan digital pada laman DJIH Perpusnas, membuat pemberitaan Perpusnas dan bidang hukum, serta mengadakan sosialisasi JDIH Perpusnas di 15 titik Indonesia.

Dalam penyerahan penghargaan, Menkumham, Yasonna H. Laoly, memberikan apresiasi atas kerja sama dan sinergitas seluruh anggota JDIHN dalam penataan regulasi yang berkelanjutan. Hal ini mendukung upaya revolusi hukum di Indonesia.

Dia menyebut, seluruh institusi wajib melaksanakan praktik JDIH secara optimal.

“Seluruh negara di dunia sudah mulai memasuki era industri 5.0, di mana manusia menjadi pusatnya. Kalau tidak beradaptasi dan tidak mengikuti, kita akan menjadi orang antik yang tertinggal,” jelasnya dalam acara Pertemuan Nasional Pengelola JDIH dan Pemberian JDIHN Awards Tahun 2021 yang berlangsung secara hybrid, pada Kamis (2/12/2021).

Halaman:

Editor: Romi Syahril

Tags

Terkini

Banyak Dikiritik, Program Kompor Listrik Dibatalkan

Rabu, 28 September 2022 | 09:25 WIB

DPR Desak KPK Jemput Paksa Lukas Enembe

Rabu, 28 September 2022 | 08:55 WIB
X