• Selasa, 31 Januari 2023

Begini Ulasan Menarik Wakil Ketua BKSAP Achmad Hafisz Tohir Terkait Boikot Sawit 

anu
- Sabtu, 25 September 2021 | 14:19 WIB
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Achmad Hafisz Tohir dalam Press Gathering Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR dengan tema Optimalisasi Tugas dan Fungsi DPR di tengah pandemi, yang berlangsung di Hotel Grand Aquila, Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/9/2021).
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Achmad Hafisz Tohir dalam Press Gathering Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR dengan tema Optimalisasi Tugas dan Fungsi DPR di tengah pandemi, yang berlangsung di Hotel Grand Aquila, Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/9/2021).

Jakarta, HanTer - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Achmad Hafisz Tohir mengungkapkan pihaknya telah meyakinkan Parlemen Uni Eropa bahwa sawit Indonesia tidak seperti dugaan mereka. Parlemen Uni Eropa menyatakan memboikot produk sawit Indonesia karena dinilai telah merusak lingkungan dan mempekerjakan anak-anak dibawah usia.

“Itu sebetulnya merupakan black campaign mereka,” ujar Achmad dalam Press Gathering Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR dengan tema Optimalisasi Tugas dan Fungsi DPR di tengah pandemi, yang berlangsung di Hotel Grand Aquila, Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/9/2021).

"BKSAP Dalam courtesy call dengan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, saya sampaikan mengenai data dan fakta sawit Indonesia. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk meng-counter upaya black campaign atas sawit Indonesia di berbagai negara Eropa. Dalam forum-forum seperti misalnya Parliamentary Conference on WTO, kami juga sampaikan intervensi
mengenai Kebijakan pemerintah untuk memajukan industri kelapa sawit nasional. Di dalam negeri sendiri, kami terus mendorong pembenahan industri sawit berkelanjutan," paparnya.

Itulah bukti kata Achmad, sekarang ini fungsi DPR tidak hanya identik dengan fungsi legislasi, anggaran dan fungsi pengawasan saja. Tapi bertambah dengan fungsi diplomasi. Satu contoh, isu kelapa sawit Indonesia yang mendapatkan tekanan di Uni Eropa. Diperkirakan lahan sawit di dapil saya mencapai 1.2 juta hektar dan industri sawit merupakan industri padat karya.

"Sementara Parlemen Uni Eropa Eropa tidak mau menggunakan minyak kelapa sawit Indonesia. Mereka menjawab parlemennya yang menolak tetapi pemerintahnya tidak menolak. Kami di indonesia sudah membentuk konsultan. Ini sebetulnya black campaign. Kami mengatakan tidak semua yang merusak lingkungan. Sekarang pelaksanaannya lebih baik. Ini yang kami sampaikan. Alhamdulillah walaupun Parlemen tetap menolak tapi pemerintahnya tidak demikian," ulasnya.

Kemudian dalam masalah Covid-19
upaya mitigasi pandemi Covid-19 dalam peran serta BKSAP DPR RI, mengacu pada Resolusi PBB mengenai Kerjasama Internasional menghadapi Covid-19.

“Dimana fokus implementasinya pada Revitalisasi SDG’s (Sustainable Development Goals). Karena Pandemi Covid-19 berdampak pada setiap sektor. Selain sektor kesehatan, ekonomi adalah sektor yang paling terdampak akibat pandemi ini,” ujarnya.

Ada dua hal yang diingatkan Sekjen PBB, Pertama, Pandemi Covid-19 menjungkirbalikkan tatanan kehidupan manusia. Pandemi covid-19 juga memicu resesi global yang sangat parah. “Untuk itu perlu penguatan solidaritas, sinergi, dan kolaborasi antar masyarakat pada skala global dan nasional,” katanya.

Untuk diketahui, pada pertemuan BKSAP DPR RI dgn OECD (Organisation for Economic Co-operation & Development) dalam Virtual Exchange with the Authors of The 2021 Economic Survey of Indonesia di Tangerang sebelumnya, disampaikan bahwa ada tiga kelompok besar yang penting untuk diperhatikan, dimana salah satunya adalah Kinerja Makro Ekonomi.
OECD menilai, kenaikan Defisit APBN 2020 sebesar 6.14% akan menjadi beban ke depan jika tidak dikontrol dengan baik.

Halaman:

Editor: anu

Tags

Terkini

Putri dan Bharada E Jalani Sidang Replik

Senin, 30 Januari 2023 | 12:33 WIB

Unjuk Rasa Aremania 107 Orang Ditangkap

Senin, 30 Januari 2023 | 12:30 WIB
X