• Rabu, 10 Agustus 2022

MAKI Harap 12 Korporasi Meniru Sinarmas AM Suka Rela Kembalikan Aset Terkait Jiwasraya

anu
- Senin, 13 Juli 2020 | 23:46 WIB
Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman
Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman

Jakarta, HanTer - Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung telah menerima uang titipan dari tersangka korporasi PT Sinarmas Asset Management (PT SAM) senilai Rp77 miliar yang akan diperhitungkan, dengan kerugian keuangan negara dalam kasus korupsi dan pencucian uang dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) pada beberapa perusahaan periode tahun 2008-2018 atas nama tersangka korporasi PT. SAM.

Saat ini, Kejaksaan Agung masih menunggu iktikad baik 12 tersangka manajemen investasi (MI) yang belum menyerahkan kerugian negara terkait kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman meminta 12 tersangka Manager Investasi (MI) ikut menyerahkan kerugian negara terkait dengan kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) seperti yang telah dilakukan oleh PT SAM.

MAKI menghimbau kepada Manager Investasi (MI) yang lain ikut memenuhi pengembalian. Akan untung kedepannya, tapi kalau mereka tidak mau, apa lagi proses hukumnya berat mereka bisa dibubarkan dan kepercayaan masyarakat terhadap jasa keuangan terus juga terhadap pasar modal di bursa efek bisa luruh dan hancur, dan masyarakat akan menyimpan uang nya di bawah bantal,” ujar Boyamin, Senin (13/7/2020).

Pengembalian aset dari Sinarmas Aset Manajemen disebut tidak lepas dari peran penting dari Kejaksaan Agung sebagai penegak hukum dalam menindak dan mengembangkan penyidikan kasus korupsi, dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dengan menetapkan tersangka korporasi sebanyak 13 MI, salah satunya PT. SAM.

“Justru itu, ini masyarakat semakin percaya kalau ada penyimpangan ditindak, kalau ada penyimpangan tidak ditindak masyarakat tetap gigit jari dan uangnya hilang, masyarakat makin tidak mau investasi, akhirnya mereka menyimpan uang dibawah bantal. Kalau itu yang terjadi, uang-uang ini tidak berputar yang rugi siapa? Negara rugi, masyarakat rugi sementara manager investasi kepercayaan hilang bisa bangkrut,” terang Boyamin.

Berkat aksinya mengembalikan uang senilai Rp77 miliar secara sukarela kepada Kejaksaan Agung, kata Boyamin, nama perusahaan Sinarmas akan dipandang baik dan dipercaya di mata masyarakat. 

“Sinarmas sekarang namanya mulai membaik dan dipercaya masyarakat karena Sinarmas menganggap ah duit segitu kecil, artinya struktur Sinarmasnya kan kuat, jadi kalau investasi lewat Manager Investasi Sinarmas mereka aman-aman saja, Negara aja dibayar langsung kontan dan lunas, kan gitu,” ulasnya.

Menurut Boyamin, sikap suka rela mengembalikan aset terkait Jiwasraya mampu mengembalikan kembali kepercayaan masyarakat bukan hanya kepada emiten yang bersangkutan, juga terhadap dunia investasi sehingga masyarakat akan percaya diri karena investasinya tidak akan dikemplang. 

Halaman:

Editor: anu

Tags

Terkini

Jalin Kekutan Baru, Perpusnas Kolaborasi dengan TNI

Selasa, 9 Agustus 2022 | 22:11 WIB

Rakyat Jelata Gelar Aksi Sejuta Motor Menuju Istana

Selasa, 9 Agustus 2022 | 11:44 WIB
X