• Jumat, 7 Oktober 2022

Terdakwa Pemeras Kontraktor Dituntut 7 Tahun Penjara

- Selasa, 18 Februari 2020 | 17:26 WIB

 

Mataram, HanTer - Terdakwa pemerasan proyek penataan kawasan wisata di areal Hutan Lindung Pusuk Ispan Junaidi yang merupakan mantan Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Lombok Barat dituntut 7 tahun penjara dengan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Mataram Octavia Ading di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Mataram, Selasa (18/2/2020) menuntut terdakwa tujuh tahun penjara karena terbukti memeras kontraktor proyek penataan wisata Pusuk Lestari Muhammad Tauhid.

"Majelis hakim untuk menjatuhkan pidana kepada terdakwa sesuai dengan isi dakwaan Pasal 12 Huruf e Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP," kata Octavia.

Dalam pertimbangan tuntutannya, hal yang memberatkan Ispan Junaidi karena yang bersangkutan berbelit-belit ketika memberi keterangan.

Hal yang meringankan, terdakwa tidak pernah dihukum dan punya tanggungan keluarga.

Sebelumnya, JPU mendakwa Ispan Junaidi melakukan tindak pidana korupsi dengan modus memeras tiga kontraktor proyek penataan kawasan wisata yang bergulir pada tahun 2019 dengan nominal Rp185 juta.

Dalam uraian dakwaannya, penuntut umum pada awalnya menjelaskan perihal tiga paket proyek penataan kawasan wisata yang bergulir di Dinas Pariwisata Lombok Barat dengan sumber anggarannya berasal dari DAK 2019.

Paket pertama adalah proyek penataan kawasan wisata di Desa Sesaot yang menelan anggaran Rp1,065 miliar. Proyek ini dimenangi CV Big Bang.

Halaman:

Editor: zamzam

Tags

Terkini

Kasad Jenguk Korban Peristiwa Kanjuruhan Malang

Kamis, 6 Oktober 2022 | 16:45 WIB
X