• Jumat, 7 Oktober 2022

Menteri Luhut Dikecam Karena Serang Lawan Dengan Isu Agama, BPN: Berbahaya dan Ancam Keberagaman

oni
- Selasa, 12 Februari 2019 | 12:24 WIB
Luhut B Pandjaitan saat berbicara di depan seribu purnawirawan TNI-Polri dalam acara silaturahmi bersama Jokowi di JIExpo Kemayoran, Jakarta (ist)
Luhut B Pandjaitan saat berbicara di depan seribu purnawirawan TNI-Polri dalam acara silaturahmi bersama Jokowi di JIExpo Kemayoran, Jakarta (ist)

Jakarta, HanTer - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan diminta berhenti menyerang menggunakan isu agama dan SARA di Pemilu 2019. Sebab, isu SARA dan agama berbahaya dan bisa mengancam keberagaman Indonesia. Selain itu Luhut juga diminta untuk tidak mengurusi mengurusi kegiatan ibadah seseorang dan menyangkutkannya dengan isu politik. Apalagi, Luhut bukan seorang muslim. 

Pernyataan tersebut disampaikan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak. 

"Kami mohon Pak Luhut berhenti menggunakan isu agama yang beliau tak pahami sekadar untuk menang pemilu, karena hal ini berbahaya dan bisa menjadi ancaman serius bagi keberagaman Indonesia," kata dia Dahnil di Jakarta, Senin (11/2/2019). 

Lebih lanjut, kata Dahnil, daripada sibuk mengurusi sembahyang seseorang, Luhut sebaiknya fokus mengurusi janji poros maritim yang disebut Dahnil tak juga terealisasi.

"Pak Luhut kok ngurus sembahyang seorang Muslim, apalagi dia bukan seorang Muslim," kata Dahnil seperti juga dilansir CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Senin (11/2). 

Di depan seribu purnawirawan TNI-Polri dalam acara silaturahmi bersama Jokowi di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (10/2), Luhut menyebut Jokowi sebagai orang yang taat beribadah.  

"Jadi kalau dibilang, misalnya, dibilang kriminalisasi ulama, dari mana? Sejak saya kenal 12 tahun lalu, dia [Jokowi] tukang sembahyang, tukang puasa. Yang sebelah sana kita belum jelas juga," tutur Luhut.

Karuan saja pernyataan Luhut tersebut dikecam Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) Novel Bamukmin, menurutnya, Luhut tidak paham akan agama Islam sehingga tidak faham hakikat ibadah itu seperti apa dan nilai ibadah di sisi Allah SWT itu bagaimana. Oleh karenanya pencitraan melalui ibadah shalat adalah sesat menyesatkan karna perbuatan itu bisa dijadikan contoh bahwa ibadah itu harus pamer dengan diseting kamera  sedemikian rupa agar menarik.

"Akhirnya makna ibadah yang harusnya  karena Allah SWT menjadi ajang perbuatan yang ingin dilihat manusia (riya ). Tempat bagi orang yang riya adalah neraka jahanam," tegasnya. 

Halaman:

Editor: oni

Tags

Terkini

Kasad Jenguk Korban Peristiwa Kanjuruhan Malang

Kamis, 6 Oktober 2022 | 16:45 WIB
X