RDP Komisi III DPR dengan Menko Polhukam Mahfud MD Panas, Arteria Dahlan Mati Kutu!

- Rabu, 29 Maret 2023 | 19:40 WIB
Anggota DPR Arteria Dahlan vs Menko Polhukam Mahfud MD (Kolase ist)
Anggota DPR Arteria Dahlan vs Menko Polhukam Mahfud MD (Kolase ist)

HARIANTERBIT.com - Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, berlangsung panas.

Hingga Mahfud MD sampai menantang anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan yang berani bersuara terkait Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.

Persoalan itu dilontarkan Mahfud gegara Arteria menilai tak seharusnya Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membocorkan informasi intelijen kepada Mahfud MD.

Baca Juga: Denny Darko Sarankan Tiara Andini dan Alshad Ahmad Putus, Kecuali...

Dimana disebutkan tak boleh diumumkan ke publik dan berpotensi dihukum pidana bagi yang membocorkan.

"Beranikah saudara Arteria bilang begitu ke Pak Budi Gunawan. Dia anak buah langsung presiden, bukan Menko Polhukam," tantang Mahfud MD dalam RDP Komisi III, Rabu 29 Maret 2023.

Lanjut Mahfud, Budi Gunawan memberi laporan informasi intelijen kepada dirinya setiap pekan. "Coba saudara bilang ke Pak Budi Gunawan, Pak Budi Gunawan menurut Undang-Undang BIN (Badan Intelijen Negara) bisa diancam 10 tahun penjara menurut Pasal 44, berani nggak?" ucap Mahfud ke Arteria.

Baca Juga: Ini Profil Irjen Karyoto, Kapolda Metro Jaya Mantan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK

Dia mengatakan hal tersebut persis seperti apa yang dilakukan PPATK kepada Menko Polhukam, yakni membeberkan informasi intelijen. "Ini BIN menyampaikan ke saya nih nggak ke presiden. Ini bulan Maret ada nih. Kok, terus nggak boleh, gimana?" ujarnya.

Mahfud MD juga mempertanyakan tugasnya sebagai Ketua Komite Nasional Pencegahan dan Pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU) jika tak diperbolehkan menerima informasi dari PPATK.

Sebagaumana diketahui RDP antara Mahfud MD bersama Komisi III DPR dilakukan dalam rangka membahas polemik transaksi keuangan janggal senilai Rp349 triliun yang melibatkan Kementerian Keuangan, yang kemudian diminta masyarakat kepada para aparat hukum agar diusut tuntas dengan menjerat para pelaku.***

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Indonesia jadi `Markas` Para Penipu Dari China

Senin, 29 Mei 2023 | 12:25 WIB

KPK Catat 371 Pengusaha Terjerat Kasus Korupsi

Senin, 29 Mei 2023 | 11:01 WIB
X