Pedagang UMKM Desak Ketua RW 12 dan 14 Bertanggung Jawab

Eka
Pedagang UMKM Desak Ketua RW 12 dan 14 Bertanggung Jawab
Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Amarah kembali muncul dari calon pedagang UMKM setelah beredarnya foto dan video di kalangan masyarakat luas tentang kelakuan ketua RW 12 dan ketua RW 14 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Sebab belum lagi tuntas polemik penghentian alat berat secara arogan terhadap pembangunan Pluit Culinary Park (PCP) di kawasan Pluit Penjaringan, Jakarta Utara, foto dan video yang beredar kembali membuat geram UMKM dan calon pedagang.

Foto dan video itu tak lepas ketika ketua RW 12 dan 14 melakukan pengaduan kepada DPRD DKI Jakarta dan memberikan penjelasan yang menyesatkan kepada rombongan anggota DPRD DKI Jakarta inspeksi ke lokasi PCP.

Sehingga hal itu menimbulkan kemarahan, kegaduhan dan meresahkan banyak kalangan yang dirugikan, seperti warga Muara Karang dan sekitarnya, seperti pihak UMKM, pedagang kaki lima dan ketua paguyuban pemulung yang pernah berusaha di lokasi tersebut.

Ketua RW 12 yang kerap mengatasnamakan warga yang tidak jelas dan ketua RW 12 memiliki kewenangan yang super untuk mengatur pelanggaran hukum di wilayahnya, seperti pemasangan kanopi hingga pinggir jalan raya sebagai dapur restoran, bengkel.

Bahkan menurut mereka, sebagian berbentuk permanen dengan membayar sejumlah pungutan liar yang tidak masuk kedalam kas negara. Selanjutnya RW 12 maupun 14 menutup saluran/got dengan cor beton sehingga menjadi penyebab utama banjir, macet dan semrawut akibat mobil parkIr di pinggir jalan.

"Kenapa ketua RW 12 dan RW 14 begitu lancang melangkahi lurah Pluit dan camat Penjaringan yang telah melakukan proses sesuai dengan prosedur yang benar untuk menghidupkan usaha UMKM dan telah berjerih payah memperjuangkan nasib pedagang kecil?," kata Diding Setiawan saat dihubungi, kemarin.

"Apakah hanya golongan orang kaya pemilik ruko dan golongan tertentu yang boleh berdagang? Apakah para rakyat kecil UMKM tidak boleh mencari makan? Wong cilik itu tidak boleh dikucilkan, Ketua RW 12 dan RW 14 jangan menghambat usaha UMKM untuk rakyat kecil," cetusnya.

Sebelumya, Senin (17/12/2018) lalu pihak UMKM yang dipimpin oleh Diding Setiawan mendatangi sekretariat RW 12 Kelurahan Pluit, namun diperoleh informasi bahwa ketua RW 12 sedang bersembunyi di suatu tempat.

Begitu juga ketika perwakilan UMKM, Purwanto dan salah seorang anggotanya mendatangi ketua RW 14 Rikie Rusly, pemilik Bakmi Abadi, yang justru malah mengelak telah menghambat bahkan mendukung pembangunan PCP.

"Ini yang kami sesalkan tidak gentlemen RW-RW ini, kami jangan di permainkan," jelasnya.

Lebih lanjut Diding Setiawan meminta ketua RW 12, Hari Hartono untuk tampil mempertanggungjawabkan perbuatannya, yang menghambat para rakyat kecil untuk mencari sesuap nasi untuk menghidupkan keluarga mereka.

"Kami meminta aparat terkait bersama Satpol PP segera menertibkan bangunan-bangunan liar tambahan yang di koordinir oleh RW 12 dan RW 14 tersebut yang jelas-jelas melanggar," kata dia.

"Apabila permasalahan ini berlarut-larut maka kami yang bernasib sama berjumlah ribuan orang akan melakukan demo untuk keadilan di kantor RW 12 dan RW 14, Kelurahan Pluit, Kantor DPRD DKI Jakarta dan Gubernur," terangnya.

#PCP   #kuliner   #pluit   #rw12   #rw15   #umkm   #dprd   #dki