Pasca Eksekusi Kapuk Indah, Kedua Kubu Tetap Mediasi

Red
Pasca Eksekusi Kapuk Indah, Kedua Kubu Tetap Mediasi

Jakarta, HanTer- Pasca eksekusi penjebolan pagar dan dinding lahan di Jalan Kapuk Indah, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pekan lalu, kedua pihak baik tergugat dan penggugat, tetap menjalankan proses mediasi pada Rabu (5/12).

"Kami melihat eksekusi tembok dan pagar besi oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara salah alamat, karena lokasi belum resmi menjadi fasos dan fasum berdasarkan surat Satpol PP DKI," ujar Kuasa Hukum Tergugat Chandra Gunawan, Marbun Purba di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Apalagi, Marbun menjelaskan tanah tersebut belum pernah dibebaskan untuk dijadikan jalan oleh Pemprov DKI Jakarta. Eksekusi tersebut salah tempat karena Pengadilan Negeri Jakarta Utara sudah mengeluarkan penetapan eksekusi tanpa mempertimbangkan atau mengecek serah terima lahan Pemprov DKI Jakarta kepada dirinya.

"Klien kami belum menerima ganti rugi atas penyerahan aset tersebut kepada Pemprov DKI Jakarta. Dan lokasi yang disengketakan ini berada kurang lebih 100 meter dari pagar dan tembok yang dibongkar dan bukan obyek sengketa," tuturnya.

Sebagaimana diketahui dalam jawaban resmi tertanggal 20 Mei 2016 yang ditandatangai Kepala Satuan Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta, disebutkan hasil rapat antara Dinas Bina Marga Pemprov DKI dan Dinas Penataan Kota Pemprov DKI area tersebut merupakan peruntukan rencana jalan.

Sebelumnya, Juru Sita PN Jakut Umar menyebutkan pihaknya hanya menjalankan tugas eksekusi dari amar putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara tertanggal 24 Oktober 2018 lalu.

"Yang kita robohkan merupakan pagar dan tembok yang menghalangi akses jalan menuju obyek sengketa SHM 9258 Kapuk Muara seluas 2.900 meter persegi dan obyek tanah girik C nomor 40 seluas 3.985 meter persegi," jelas Umar.

#Kapuk   #eksekusi   #Marbun   #purba