Kasus Surat Tanah Kedoya Selatan; Mantan Lurah Akui Terima Rp50 Juta

danial
Kasus Surat Tanah Kedoya Selatan; Mantan Lurah Akui Terima Rp50 Juta

Jakarta, HanTer - Persidangan perkara memberika keterangan palsu pada akta otentik dengan terdakwa Muljono Tedjokusumo kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Rabu (5/12/2018).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Octa menghadirkan sejumlah saksi, yang dalam persidangan saksi mengakui menerima uang dalam pengurusan sertifikat dari orang suruhan terdakwa.

Mantan Lurah Kedoya Selatan, Nuraini Silviana yang dihadirkan sebagai saksi  mengakui menerima uang terkait pengurusan yang berhubungan dengan surat tanah terdakwa Muljono Tedjokusumo. 

"Pernah (terima uang terkait pengurusan tanah)," kata Nuraini menjawab pertanyaan JPU dalam persidangan.
 
Nuraini Silviana yang menjabat Lurah Kedoya Selatan periode 2012-2014 menyatakan uang Rp 50 juta itu dia terima orang suruhan terdakwa bernama Joko. Namun dari Rp 50 juta, sebesar Rp 20 juta sudah dikembalikan. 

Tak hanya menerima uang, Nuraini juga mengaku pernah diundang ke kantor terdakwa melalui sambungan telepon. Undangan pertemuan itu dalam rangka membicarakan tiga surat permohonan yang diajukan terdakwa. 

"Iya (diundang). Melalui telepon.  Terkait dengan persuratan. Terkait tiga (surat permohonan) itu," ujarnya.
 
Selain Nuraini, mantan Kepala Seksi Sarana Prasarana Kelurahan Kedoya Selatan, Edi juga mengakui menerima uang dari Joko sebesar Rp 25 juta. Uang tersebut diberikan jauh setelah pengurusan surat tersebut selesai. 

"Ada pak (terima pemberian). 25 (Rp 25 juta). Joko (yang sampaikan uang)," ungkapnya.
 
Dalam persidangan yang dipimpin Majelis Hakim Street Marleine itu terungkap, terdakwa memberikan kuasa kepada Joko, Asmaul Husna, dan Asni untuk mengurus surat tanah ke kelurahan. Terdapat tiga permohonan yang diajukan Muljono, yakni surat keterangan kehilangan Akta Jual Beli (AJB), surat riwayat tanah, dan surat keterangan penguasaan tanah. 

Ketiga permohonan itu atas tiga bidang tanah, yakni atas AJB nomor 1209 seluas 1.200 meter persegi, AJB nomor 1248 seluas 2.500 meter persegi dan AJB nomor 1242 seluas 3.020 meter persegi. 

Selain Nuraini dan Edi, JPU juga menghadirkan Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Kedoya Selatan, Hafid sebagai saksi. Ketiga pejabat kelurahan ini mengakui pernah mengurus ketiga permohonan tersebut. Selama mengurus surat-surat permohonan yang diajukan terdakwa, ketiganya mengklaim tidak pernah ada pihak yang menyatakan keberatan. 

#Mantan   #Lurah   #Kedoya   #SElatan   #Terima   #Rp50   #juta   #urus   #surat   #tanah