Kejari Jakut Musnahkan  Barang Bukti Narkoba 

zamzam
 Kejari Jakut Musnahkan  Barang Bukti Narkoba 

 

Jakarta, HanTer - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara (Jakut) kembali melakukan pemusnahan barang bukti terhadap putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkrakt). Barang bukti yang dimusnahkan itu didominasi kasus tindak pidana Narkoba.

“Ada setidaknya 3.032,6 gram ganja, 17.710,6 gram sabu, 57,2 gram heroin, 79,3 gram ekstasi dengan nilai kurang lebih Rp 17,2 Miliar,”  ujar  Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan pada Kejari Jakut Oman Setiawan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Selain itu, setidaknya ada 70 bong, 62 timbangan, 52 korek api, 93 unit handphone yang berkaitan dengan kasus narkotika. Kemudian adapula pemusnahan 8 senjata api rakitan atau air soft gun, 57 senjata tajam, 3.598 materai palsu.

“Kita juga melakukan pemusnahan terhadap barang bukti kasus terorisme berupa kurang lebih 100 buku, 50 barang lainnya dan dua air soft gun. Selain itu kita mengamankan 500 pcs pangan tanpa izin edar, seribu kosmetik tanpa izin edar dan 120 barang lainnya,” jelas Oman.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Utara, Robert Tacoy, mengatakan, tindak  pidana penyalahgunaan narkotika menjadi salah satu ancaman terbesar bagi generasi muda Indonesia dan musuh bersama karena dampaknya bisa merusak kehidupan bangsa.

Hal inilah yang menjadi perhatian dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara yang turut memberikan tuntutan terberat yakni hukuman mati pada setidaknya dua kasus narkoba yang tengah berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

“Ada dua kasus narkoba beberapa bulan lalu yang kita berikan tuntutan terberat yakni hukuman mati meski sampai saat ini belum inkrah, ini sebagai efek jera bagi para pengedar narkotika yang merajalela di Jakarta Utara,” ujar Robert Tacoy.

Ia menyebutkan dari pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Utara sudah memberikan tuntutan terberat dan pihak Pengadilan Negeri Jakarta Utara juga sudah memberikan putusan hukuman mati.

“Namun terdakwa yang jumlahnya sekitar empat orang dari dua kasus ini melakukan banding dan saat ini proses kasasinya belum turun. Tapi itu tidak menurunkan semangat kita memberikan tuntutan terberat bagi kasus narkoba yang mengancam generasi muda kita,” tegasnya.