Kejagung Tahan Tersangka Korupsi Dapen Pupuk Kaltim

zamzam
 Kejagung Tahan Tersangka Korupsi Dapen Pupuk Kaltim

Jakarta, HanTer - Tim Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung menahan Komisaris PT Strategi Management Service berinisial DB, terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan Dana Pensiun (Dapen) PT Pupuk Kaltim. Kerugian negara mencapai Rp175 Miliar.

Tersangka DB dijebloskan ke tahan rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Selasa (4/12/2018).

Tak ada kalimat terucap dari tersangka ketika wartawan mengkonfirmasi menyangkut kasus yang mendera dirinya.

Kapuspenkum Kejaksan Agung, Mukri membenarkan penahanan. Mukri menjelaskan penyidik menilai perlu dilakukan penahanan untuk percepatan proses penyidikan.

"Ditahan 20 hari kedepan di Rutan Salemba cabang Kejagung," ujar Mukri.

Selain untuk kepentingan penyidikan, alasan subyektif lainnya, tegas Mukri, tersangka dikahwatirkan mengulangi tindak pidana, memepengaruhi saksi dan merusak barang bukti yang dapat menghambat proses penyidikan, dan ada kekahwatiran tersangka melarikan diri. 


Lima tersangka yang sudah ditahan sebelumnya yakni  Direktur Utama Dana Pensiun PT Pupuk Kaltim, Ezrina Aziz. Direktur Investasi Dapen PT Pupuk Kaltim berinisial ZB, Dirut PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK) atau Komisaris PT Anugrah Prataman Internasional (API), ACK,  Direktur PT Bukit Inn Resort (IBR), IBS  dan  DL Dirut PT API atau Komisaris PT DAJK.

Melanggar Hukum

Sebelumnya Jampidsus M Adi Toegarisman mengungkapkan  telah terjadi pengelolaan dana pensiun PT Pupuk Kaltim yang melanggar hukum.

"Pupuk Kaltim mempuyai dana pensiun, dalam pengeloaannya membeli saham repo dari dua perusahaan kemudian satu perusahaan membeli 30 Kondominium dan ini sudah kita sita," ujarnya.

Menurutnya dalam peraturan Kemeterian Keuangan 199/PMK.01.10/2008 tentang dana investasi dana pensiun dan peraturan Otoritas Jasa Keuangan 3/POJK/2015 tentang dana investasi.

"Pembelian saham repo itu tidak boleh melanggar hukum, ada aturannya kemudian pemebelian kondominium itu ternyata yang dibeli dalam posisi dijamainkan. intinya begitu," tambahnya.

Dalam kasus ini, penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung menetapkan delapan orang tersangka. Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Dirdik pada Jampidsus), Warih Sadono mengatakan  penetapan tersangka berdasarkan bukti bukti kuat dugaan keterlibatan para tersangka dalam kasus ini. Salain itu, penetapan tersangka juga dari berbagai hasil pemeriksaan saksi – saksi.

Kasus ini berawal, Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur (DP-PKT) dengan PT. Anugerah Pratama Internasional (PT. API) dan PT. Strategis Management (PT. SMS) telah melakukan perjanjian penjualan dan pembelian kembali saham PT. Dwi Aneka Jaya Kemasindo (PT. DAJK) dan PT. Eurekaa Prima Jakarta (LCGP) yang dapat dikategorikan sebagai repurchase agreement (repo) dimana pembelian repo bertentangan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 199/PMK-010/2008 tentang Investasi dana pensiun.

Bahwa akibat dari transaksi repo, Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur mengalami kerugian diperkirakan sebesar Rp. 229.883.141.293 (dua ratus dua puluh sembilan miliar delapan ratus delapan puluh tiga juta seratus empatpuluh satu ribu dua ratus sembilan puluh tiga rupiah) yang tidak bisa dikembalikan oleh PT. Anugerah Pratama Internasional dan PT. Strategis Management.

#Kejagung   #Tahan   #Tersangka   #Dapen   #Pupuk   #Kaltim