RAPBD 2019 Rp 89,08 Triliun

Fokus Pengentasan Banjir dan Rumah DP Nol Rupiah

Sammy
Fokus Pengentasan Banjir dan Rumah DP Nol Rupiah
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah

Jakarta, HanTer - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan DPRD DKI telah menandatangani kesepakatan Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2019. Total RAPBD 2019 yang tengah dibahas dan akan disahkan menjadi APBD tersebut naik sebesar tujuh persen dari tahun sebelumnya. Total RAPBD mengalami kenaikan 7,97  persen dibanding tahun 2018 Rp83,26 triliun menjadi Rp89,08 triliun.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, mengakui adanya penambahan anggaran itu. Menurutnya, penambahan anggaran tersebut telah melalui proses kajian yang dilakukan jajaran Pemprov.

“Kenaikan anggaran untuk mendukung sejumlah kegiatan dan program unggulan Gubernur Anies.  Seperti pengentasan banjir, dana talangan program rumah DP nol rupiah,” kata Saefullah.

Selain itu membangun prasarana sungai dan kelengkapannya, pembangunan Kantor Camat Mampang Prapatan, serta Pembangunan Sarana Taman Anggrek Ragunan (TAR) Tahap V.

Gubernur Anies Baswedan mengemukakan, pengeluaran pembiayaan sebagian besar digunakan untuk Penyertaan Modal Daerah (PMD) yang digunakan untuk penyediaan permukiman bagi masyarakat berpenghasilan rendah, penyediaan daging bersubsidi, pengembangan Sentra Primer Tanah Abang, peningkatan pengolahan air limbah, serta beberapa proyek potensial yang dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat DKI Jakarta.

Bersinergi

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengajak seluruh jajaran Pemprov DKI harus bersinergi dan bekerja keras dalam melakukan penyerapan anggaran.

"Pemerintahan itu yang sudah baik ya dibuat baik lah. Diterusin gitu loh maksud saya. Karena ini kan saya melihat SKPD-SKPD itu kan masalah penyerapan itu kayak males-malesan, mau-mau enggak-enggak," jelas Prasetyo di gedung DPRD DKI Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).

Sementara itu anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, mengatakan, pihak legislatif saat ini tengah memastikan program yang diusulkan Pemprov DKI bermanfaat untuk masyarakat.

"Dipastikan selesai. Kami mencoba memberikan yang terbaik, setiap rupiah yang kami alokasikan untuk pembangunan Jakarta, dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat DKI," kata Gembong di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Kenaikan

Rancangan KUA-PPAS 2019, pendapatan daerah memang ditargetkan meningkat dari tahun sebelumnya. Adapun sumber pemasukan didapatkan dari pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Anies menjelaskan sejumlah indikator yang menjadi pertimbangan dalam kenaikan RAPBD. Menurutnya, Pendapatan Daerah 2019 direncanakan Rp74,77 triliun atau meningkat 13,63 persen dibandingkan dengan APBD 2018 Rp65,80 triliun.

Rencana Pendapatan Daerah tersebut diharapkan berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp51,12 triliun; Dana Perimbangan Rp21,30 triliun; serta lain-lain Pendapatan Daerah yang sah Rp2,34 triliun.

Sementara untuk rencana Pendapatan Asli Daerah (PAD) diharapkan diperoleh dari Pajak Daerah Rp44,18 triliun; Retribusi Daerah Rp710,13 miliar; Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Rp757,62 miliar; serta lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Rp5,47 triliun.

Selanjutnya, untuk Dana Perimbangan Rp21,30 triliun, berasal dari Dana Bagi Hasil Rp18,15 triliun, serta Dana Alokasi Khusus Rp3,15 triliun.