Ketua Panitia Kongres HMI Sarankan Fajri Jangan Calonkan Diri Sebagai Ketua KNPI

Oni
Ketua Panitia Kongres HMI Sarankan Fajri Jangan Calonkan Diri Sebagai Ketua KNPI
KNPI

Jakarta, HanTer - Perhelatan Kongres Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)tak lama lagi akan dilaksanakan, wadah kepemudaan tingkat nasional ini sangat dinamis, karena di dalamnya menampung Organisasi Kepemudaan dari seluruh Indonesia.

Kongres KNPI juga akan memilih ketua umum yang baru, salah satu kontestasi yang menarik, yang tidak kalah dinamis dengan kongres partai politik. Selain itu Kongres KNPI juga biasa melahirkan keputusan-keputusan strategis organisasi, khususnya posisi pemuda dalam arah pembangunan negara kedepan.

Bursa calon ketua umum KNPI bermunculan, salah satunya Noer Fajrieansyah, mantan ketua umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Namun, kritik pun muncul dari berbagai kalangan, tidak lepas juga kritik dari internal keluarga besar HMI. Pasalnya, beberapa kalangan di HMI menganggap bahwa dalam kepemimpinan Ari sapaan sehari Noer Fajrieansyah, HMI mengalami konflik perpecahan luar biasa.

Kritik salah satunya datang dari M. Chairul Basyar, mantan Ketua Umum Badan Koordinasi HMI Jabotabek-Banten, yang di era kepemimpinan Noer Fajrieansyah, terakhir menjabat sebagai Ketua Panitia Kongres HMI di Jakarta waktu itu.

"Kepengurusan Fajrie, itu konfliknya luar biasa perpecahan dualisme di mana-mana sampai tingkat cabang, kongres yang ketua panitianya saya sendiri juga terjadi gesekan keras terjadi, kongres sampai satu bulan lebih," ujar Chairul, Senin (26/11/2018).

Chairul Basyar menjelaskan konflik yang terjadi di internal HMI pada waktu itu terjadi karena, ada isu asusila Ketua Umum Noer Fajrieansyah dengan seorang perempuan yang merupakan pengurusnya di PB HMI.

"Ya waktu itu ada isu asusila," tegas Chairul.

Menurutnya, isu asusila ini sudah menyebar diantara kader HMI seluruh Indonesia,  sehingga beberapa fungsionaris PB HMI, menginisiasi pertemuan di Masjid Sunda Kelapa.

"Diminta oleh pengurus dan kader untuk bersumpah, benar atau tidak isu asusila yang ramai dibicarakan, tapi Fajri tidak hadir pada waktu itu," kata Chairul.

Tidak hadirnya Noer Fajrieansyah di Masjid Sunda Kelapa itu, makin menimbulkan polemik di internal HMI, hampir seluruh cabang HMI meminta Fajrie dipecat.

Menurut Chairul Basyar, sejak itu perpecahan makin meruncing dan dualisme kepengurusan terbelah sampai tingkat cabang-cabang di daerah. 

"Sampai kongres Jakarta sebulan, hampir semua peserta kongres meminta Fajrie dipecat, karena isu itu lah gesekan dan konflik, bahkan sampai adu fisik terjadi, saya ketua panitia kongresnya waktu itu" ujar Chairul.

Atas kejadian di HMI itu, Ilung sapaan akrab Chairul menyarankan Noer Fajrieansyah tidak lagi melanjutkan ambisinya untuk maju menjadi ketua umum KNPI, di khawatirkan nanti terjadi lagi apa yang sudah terjadi di HMI beberapa tahun lalu.

“Sekarang saatnya mengukur diri dan kapsitas, ini bukan soal uang, bukan soal kuasa. Tetapi ini soal integritas, komitmen, dan moralitas. KNPI adalah harapan bangsa Indonesia kedepan, yang akan membuat peran pemuda strategis di Indonesia, bahkan dalam dunia Internasional,” pungkasnya.