Usai Rekonstruksi, Tersangka Haris Dijebloskan Lagi ke Dalam Tahanan

Danial
Usai Rekonstruksi, Tersangka Haris Dijebloskan Lagi ke Dalam Tahanan
Haris Simamora (baju oranye)

Garut, HanTer - Penyidik Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi pembunuhan satu keluarga, dengan tersangka Haris Simamora di Terminal Guntur, Garut, Jawa Barat.

Usai dari terminal, Haris digiring ke kaki Gunung Guntur untuk melanjutkan proses rekonstruksi selanjutnya lalu dibawa kembali ke tahanan Polda Metro Jaya, Jumat (23/11/2018).

Empat adegan yang diperagakan oleh Haris saat tiba di basecamp Gunung Guntur, Garut. Adegan pertama adalah saat Haris turun dari motor yang mengantarkannya dari terminal dimana tukang ojek yang mengantarkan Haris diperankan oleh warga setempat. Setelah turun dari motor, dia menuju saung dan beristirahat sejenak.

Kemudian Haris pergi ke warung pulsa di sekitar lokasi. Dia membeli pulsa ditemani penjaga basecamp.

"Tersangka membeli pulsa di warung Bu Dewi dan ditemani oleh Pak Anton," kata Kanit V Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Ridwan Soplanit.

Haris Simamora kemudian kembali ke saung dan beristirahat bersama para pendaki lainnya. Tak lama setelah itu, Haris ditangkap tim gabungan Polda Metro Jaya.

Di kaki Gunung Guntur ini merupakan titik terakhir proses rekonstruksi pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Total ada 62 adegan yang diperagakan Haris dalam rekonstruksi tersebut.

Rekonstruksi sebelumnya dilakukan Haris Simamora mulai dari masuk ke rumah korban di Jalan Nangka, Bekasi, Jawa Barat. Dia kemudian berbincang dengan korban Daperum Nainggolan dan Maya Ambarita, yang sedang menonton televisi.

Haris lalu mendengar kalimat yang tak menyenangkan terlontar dari mulut Daperum. Dia kemudian merencanakan pembunuhan dengan menggunakan linggis yang tersimpan di dapur rumah.

Haris memukul Diperum dan Maya dengan linggis hingga tewas. Sedangkan kedua anak korban, Sarah dan Arya, tewas karena dicekik.

Setelah itu, Haris Simamora membawa uang dan ponsel milik korban serta membawa mobil yang terparkir di depan rumah korban. Dia pergi menuju kontrakan temannya di Cikarang, Bekasi.

Ketika di perjalanan, Haris membuang linggis di Kalimalang. Haris kembali melanjutkan perjalanan ke kontrakan temannya untuk mandi.

Setelah dari rumah kos temannya, Haris pergi ke klinik karena tangannya terluka akibat terkena linggis saat membunuh korban. Kepada dokter, Haris mengaku jatuh dari motor.

Haris kembali ke kontrakan temannya bernama Dimas untuk mengambil uang buat membayar ke klinik. Selepas dari itu, dia kemudian mencari kosan untuk menyimpan mobil.

Kepada pemilik kos, Haris membayar Rp400 ribu dan segera melunasi sisanya. Haris langsung pergi ke Terminal Cikarang untuk melarikan diri ke Garut, Jawa Barat.