Sebar Ujaran Kebencian, Jundi Dicokok Tim Siber Bareskrim

Danial
Sebar Ujaran Kebencian, Jundi Dicokok Tim Siber Bareskrim
Jundi tersangka penyebar hoaks

Jakarta, HanTer - Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mencokok Jundi akibat mengunggah konten yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah antek Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dari keterangan tersangka Jundi, ia mengunggah konten itu lantaran membenci kebijakan pemerintahan saat ini.

Kepala Subdirektorat I Dittipid Siber Bareskrim Polri Kombes Dani Kustoni mengatakan, Jundi ditangkap pada tanggal 15 Oktober 2018 di Banda Aceh tak lama setelah mengunggah konten penghinaan atas Presiden Joko Widodo melalui media sosial.

"Ada yang menghina presiden, gambar (foto) presiden PKI," ujar Dani di Dittipid Siber Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Tersangka mengunggah konten tersebut melalui sejumlah akun instagram, yakni suararakyat23, suararakya123id, suararakyat23.ind, sr23.offlcia| sr23offlcial sr23_offlcial, suararakyat23_ind dan scrt_dta. Dani mengatakan, penggunaan Jundi atas akun-akun tersebut menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu berbau suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Untuk diketahui akun-akun tersebut diikuti oleh puluhan ribu pengikut instagram. Jundi juga disinyalir memanipulasi jumlah pengikut. Di samping itu, Jundi juga membuat banyak akun dengan tujuan semakin memaksimalkan popularitas konten yang diunggah.

"Beberapa akunnya ada yang telah di suspend karena melanggar ketentuan standar komunitas penyedia platform medsos," beber Dani.

Pengakuan Jundi sengaja mengunggah konten yang menjelekkan nama Jokowi lantaran merasa tidak senang dengan kebijakab pemerintah.

Jundi meluapkan kebenciannya dengan melakukan penghinaan. "Saya tidak suka karena pemerintah menaikkan barang tanpa pemberitahuan, misalnya listrik, BBM juga," ujarnya.

Selain itu Jundi mengaku tidak ada yang pihak-pihak yang menyuruhnya mengunggah konten itu. Kendati demikian, kepolisian tetap mendalami ada dan tidaknya keuntungan ekonomi yang didapatkan oleh pelaku. 

Bareskrim menyita sejumlah barang bukti, di antaranya laptop, ponsel, kartu sim, media penyimpanan, sejumlah akun media sosial serta buku tabungan.

Tersangka dikenakan Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) dan atau Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana 6 (enam) tahun penjara danlatau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

#Hoaks   #PKI